Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kudus Semarak

Presiden Penyair Sutardji, Penyair Celurit D. Zamawi Imron, dan Gus Mus

Gambar
Penampilan Gus Mus alias Ahmad Musthofa Bisri, penyair yang juga pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI di depan Menara Kudus, 29 Juni 2019 malam. Sebanyak 130 penyair dari berbagai negara di asia tenggara berkumpul malam itu dan membacakan puisinya.  Penampilan Penyair Celurit Emas D. Zamawi Imron di Menara Kudus, 29 Juni 2019 DOK. BANG ANDREW FOUNDATION Penampilan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri di Menara Kudus, 29 Juni 2019

Mbah Nun: Kenapa TPS Pakai Kotak?

Gambar
KUDUS – Sinau Bareng Cak Nun bertajuk “Gondelan Klambine Kanjeng Nabi” yang digelar di Masjid Ngemplak, Gondosari, Gebog pada Selasa, 2 April 2019 lalu, seperti biasa, menguak banyak ilmu dan hikmah. Ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dalam “pengajian” yang diselenggarakan PR Sukun dalam rangka memperingati Hari Isra’ Mi’raj ini. Salah satunya, yakni saat Budayawan yang akrab disapa Mbah Nun oleh Jamaah Maiyah itu membahas tentang Pemilu 2019 yang akan dilakukan serentak pada 17 April besok. Sosok bernama lengkap Emha Ainun Najib itu bertanya ke ribuan jamaah yang hadir. ”Di Kudus ini aman to? Terus saat Pemilu itu kan ada TPS. Nah opo sebabe kok ndadak ngango kotak, jur kowe mlebu siji-siji? (Nah apa sebabnya kok pakai kotak dan kamu masuk satu-satu?),” tanya Mbah Nun. Ayahanda Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto itu pun menerangkan, bahwasanya digunakannya kotak suara itu untuk menjamin kerahasiaan pilihan masing-masing. Namun, sua...

Tingkatkan Skill Mahasiswa, UMK Kerjasama dengan PT Jasa Marga

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan PT Jasa Marga kemarin (22/2/2019). Kerjasama untuk mahasiswa magang ditandatangani langsung oleh Rektor UMK Dr Suparnyo. Nantinya akan bermanfaat bagi mahasiswa, mereka akan mengaplikasikan ilmu yang didapat di perusahaan milik negara tersebut. Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kerjasama yang ditandangai dengan PT Jasa Marga untuk program magang mahasiswa bersertifikat (PMMB). Beberapa universitas lain juga melakukan kerjasama. ”Namun UMK mendapatkan porsi paling banyak dibanding yang lain, ada empat mahasiswa yang diterima magang,” katanya. Secara total, ada 50 mahasiswa yang diterima magang di PT Jasa Marga dari 25 perguruan tinggi. Rinciannya lima perguruan tinggi negeri dan 25 perguruan tinggi swasta. Mahasiswa magang tersebut akan memulai pada 1 Maret sampai 31 Agustus 2019. Dengan program tersebut, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman penting selama enam bulan kedepan. Karena mereka akan langsung mengaplikas...

Bocah Penjual Gandos di Kudus Akhirnya Bisa Sekolah Lagi

Gambar
Foto: Facebook Rezzky Ryan, saat berjualan gandos, setelah putus sekolah dua tahun lalu, 2016. KUDUS - Anak putus sekolah yang berjualan gandos, Slamet Daryanto (15), telah mendapat jaminan sekolah gratis dari SMP hingga SMK dari Disdikpora Kudus. Hal ini ditegaskan langsung oleh Sekretaris Disdikpora, Kasmudi yang bertandang ke rumah Slamet Daryanto di RT 1/RW 4 Desa Pasuruan Lor, Jati bersama instansi yang lain, Rabu (9/1/2019). Foto: Facebook Rezzky Para wartawan Kudus mengelilingi Ryan, yang berjualan di Jalan Nitisemito Kudus untuk meliput, sebelum akhirnya viral. Kasmudi menegaskan, yang terpenting, Daryanto siap sekolah. Dirinya siap menempatkan sekolah seperti yang diinginkan Ryan, panggilan Slamet Daryanto. Termasuk, menjaminnya hingga ke SMK dan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Jika Ryan berprestasi, tak menutup kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan dari Bupati Kudus melanjutkan studi. “Yang penting kamu siap sekolah, besok pagi ki...

Subangkit Eks Pelatih PSIS Semarang Pimpin Langsung Seleksi Perdana Persiku

Gambar
FARUQ HIDAYAT/BANG ANDREW Subangkit (kiri) dan Widhoro Heriyanto KUDUS — Manajemen Persiku berencana menggelar seleksi pemain mulai Senin sore (07/01/2019)  di Stadion Wergu Wetan, Kudus,. Eks Pelatih PSIS Semarang di Liga 2 musim 2017, Subangkit akan memimpin langsung seleksi.  Tahapan awal seleksi yang akan berlangsung hingga akhir Februari itu menjaring pemain dari lokal maupun luar Kota Kretek. Pengalaman pahit skuat Macan Muria dalam mengarungi Liga 3 Jawa Tengah (Jateng) musim lalu tentunya menjadi pelajaran berharga. Sebab langkah Persiku Kudus menembus Liga 2 bahkan terhenti sejak di babak penyisihan grup A Liga 3 Jateng.  Namun, penampilan Persiku Kudus musim ini bakal berbeda. Manajemen Persiku 2019 telah mendatangkan pelatih kenamaan Subangkit. Juru taktik kelahiran Pasuruhan, 29 November 1959 itu akan menyeleksi langsung siapa saja yang layak menjadi bagian dari tim. Manajer Persiku, M. Bismarck menyatakan, kompetisi Liga 3 kemungkinan dim...

Dosen La Trobe University Australia Ngajar Mahasiswa PGSD UMK

Gambar
BERBAGI: Prof. Ass. Philip D. Trebilcock, Ph.D dari La Trobe University memberikan paparan saat kuliah umum di Universitas Muria Kudus, Rabu, 12 Desember 2018. Foto: Humas UMK. KUDUS – Dua Dosen La Trobe University Australia mengajar mahasiswa jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Universitas Muria Kudus (UMK). Dosen tersebut juga menawarkan mahasiswa PGSD UMK untuk belajar di universitas La Trobe, tentunya kemampuan Bahasa Inggris sudah mumpuni. Dua dosen tersebut memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa PGSD di ruang seminar lantai gedung J UMK. Uniknya, dosen asli Australia yang menjadi narasumber juga bisa berbicara Bahas Indonesia, walaupun tidak terlalu lancar. Narasumber dari La Trobe University Prof. Ass. Philip D. Trebilcock, Ph.D mengatakan, menjadi guru, terutama guru untuk sekolah dasar memang harus didasari dengan rasa sayang. ”You must love him and believe him,” katanya kemarin (12/12/2018). Semua siswa memiliki karakter dan kemampuan masing-masing,...

Bupati Tamzil Harapkan RPJMD Lebih Singkat Namun Bermakna

KUDUS- Musrenbang RPJMD Kabupaten Kudus Tahun 2018-2023 dibuka oleh Bupati Kudus H.M. Tamzil pagi ini (12/12) di Kantor Bupati Kudus. Dalam paparannya, dirinya berharap hasil RPJMD bisa lebih singkat namun syarat makna untuk kesejahteraan masyarakat Kudus.  "Saya harap hasil RPJMD ini sesuai dengan harapan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha/swasta," ujarnya. Penyusunan RPJMD dimaksudkan untuk memberi pedoman kepada seluruh pemangku kepentingan di Kudus. Tamzil dalam hal ini juga memaparkan kondisi Kudus saat ini secara singkat baik dalam berbagai bidang. Seperti kondisi geografis dan pertumbuhan penduduk Kudus. "Penduduk terbanyak di Kudus didominasi oleh kaum milenial yakni usia 20-24 tahun," ujarnya. Kaum milenial mencapai 80 ribu jiwa dari total 851 ribu jiwa di Kudus. Begitu pula potensi daerah, daya dukung fungsi lindung, kerentanan resiko bencana, maupun menyangkut visi, misi, program dan kebijakan pembangunan daerah 2018-2023. Tamzil menjelaska...

KPU Sebut Kampanye Lewat APK Tak Efektif, Masyarakat Butuh Penjelasan Langsung

Gambar
Foto: Humas UMK SOSIALISASI: Komisioner KPU Jawa Tengah Diana Ariyanti memaparkan pemilu 2019 di hadapan mahasiswa di ruang seminar lantai IV gedung rektorat Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa, 11 Desember 2018 SISTEM TERBAIK: Wakil Rektor IV UMK Dr. Subarkah menjelaskan sistem demokrasi yang dijalankan beserta kajian hukum saat seminar di ruang seminar lantai IV gedung rektorat Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa, 11 Desember 2018 KUDUS – Pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan calon anggota legislatif (caleg) tidak terlalu efektif. Karena dalam kertas suara, caleg DPRD dan DPR RI hanya tertulis nomor dan nama saja. Untuk itu, lebih efektif melakukan kampanye dengan rapat terbatas karena bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Artinya, caleg bisa mendengarkan langsunga spirasi masyarakat dan masyarakat bisa melihat apakah caleg mampu mewakilinya atau tidak. ”Justru pemasangan APK yang sembarangan justru merusak estetika,” kata Komisoner KPU Jaw...

Ambyarnya Atap Stadion Wergu Wetan Pertanda Apakah?

Gambar
Ambyarnya atap Stadion Wergu Wetan pada Selasa, 06 November 2018 sore sudah tentu tak ada hubungannya dengan kepindahan Redaksi BANG-ANDREW.COM dari Kudus ke Rembang. Lalu karena apakah? foto: Mas Doni Radar Selama kurang lebih dua tahun penulis menjadi striker (halah, haha) halaman Sportainment RK, terhitung sejak September 2016 hingga Agustus 2018, hal-hal mengenai stadion tak sampai lima kali menghiasi halaman depan. Yang paling teringat adalah ketika renovasi masih dalam tahap rencana pada akhir 2017 lalu. Ya, ketika masih rencana. Kendati perkembangan renovasi nyaris di-update setiap bulan, namun beritanya hanya menghiasi halaman Kudus saja-alih-alih seharusnya mengisi halaman Sportainment (hehe). Mungkin karena itulah, Stadion Wergu Wetan Kudus itu ingin menunjukkan keeksistensinya bahwa dirinya, dan hal-hal berkenaan dengan dirinya layak menghiasi halaman depan, atau diberi perhatian khusus. Tetapi penulis tidak ingin serius-serius membahas persoalan tetek-beng...

Imam Khanafi, Penggagas Ruang Baca Pangilon

Gambar
Biar Tidak Kenal Gadget Terlalu Dini, Kenalkan Camat hingga Ketua DPRD Berawal dari keprihatinan terhadap dunia anak, Imam Khanafi terpanggil untuk menggagas tempat belajar. Tujuannya, agar waktu generasi penerus bangsa itu tak habis digunakan untuk bermain gadget. Dan terciptalah Ruang Bacan Pengilon Dendra Al Jonoo, Kudus  KEMBALI KE TRADISI: Para anak bermain mainan tradisional di Ruang Baca Pengilon di Desa Terban belum lama ini. Belasan anak antusias belajar permainan tradisional seperti angklung, dakonan, dan permainan lainnya. Mereka sekilas tampak melupakan permainan virtual yang biasanya benyak menyita waktu mereka. Pemandangan itulah yang terlihat saat datang ke Ruang Baca Pengilon. Kebetulan, ketika itu, anak-anak yang biasa belajar di sana kedatangan tamu dari komunitas yang beranggotakan dari beberapa profesi. Keceriaan anak-anak untuk lebih belajar tentang permainan tradisional itulah yang saat ini dirasa mahal. Ya, di tengah maraknya ...

Selamat Tinggal Kudus, Saya Dapat Petir Menuju Rembang

Petir itu menyambar saya pada pukul 5 sore, tanggal 31 Agustus 2018. Redaktur pelaksana yang juga mantan wartawan olahraga, Mas Ulin Nuha meminta saya keluar ruangan redaksi sebentar. Dia menepuk tangan kanan saya yang sedang mengetik, sembari memberi isyarat untuk keluar ruangan sebentar dengan sunggingan senyum. Mas Doni, fotografer kantor sudah mengode-ngode lewat matanya, yakin bahwa saya akan naik kelas. Jantung saya berdegup kencang saat Mas Ulin menerangkan apa yang terjadi di tubuh redaksi. Sesuatu yang sesungguhnya sudah saya tahu. Saya masih yakin bukan saya yang bakal ditunjuk untuk naik kelas, kendati apa pun keputusan apa pun nanti akan ada konsekuensi buat saya. Sebab, saya yang dipanggil. Dan benar saja. Omong-omong di depan pintu lantai tiga kantor itu ternyata adalah petir yang amat keras menyambar. “Iki dipandang-pandang, Kholid kan wes cocok dadi redaktur. Jadi, sampean mulai Senin besok ngganti di Rembang,” katanya sembari terus menyunggingkan senyum, se...

Rekor MURI

Setelah dua tahun lebih satu bulan berdomisili di Kota Kretek, Dendra tadi pagi memecahkan rekor MURI. Haha. Ya, Senin (27/8/2018) subuh tadi adalah pertama kalinya dirinya jamaah subuh di Masjid Agung Kudus. Haha. Sebelum-sebelumnya, selama tinggal di Makosidana, dia bahkan pernah sampai Subuhan pukul 10.00 pagi. Betapa parah. Hal-hal semacam itulah yang membuatnya pada akhirnya rela bila cita-citanya mendapat pasangan Mbak-mbak santri gagal terwujud. Sebagai wartawan olahraga, dia memang lebih banyak bangun siang. Bangun pukul 09 pagi sudah biasa. Sebab, kala malam, dia sering baru tidur pukul 02 pagi. Padahal, tak ada aktivitas positif yang dilakukannya. Paling banter baca cerpen di lakonhidup.com. tapi, nyatanya dia lebih banyak buka sosmed, atau sering main PES 2018. Begitulah, rekor MURI itu juga sebenarnya didorong oleh Henri Agusta, wartawan NET TV yang akhir-akhir ini tertib solat lima waktu. Padahal, sebulan lalu dia masih ogah-ogahan, bahkan sering tidak so...

Makosidana

Tempat ini sebenarnya bernama pressroom, atau tempat berkumpulnya insan pers, atau wartawan. Namun, para wartawan di sini lebih menyebutnya “mako”, meminjam istilah aparat, markas komando. Oleh seorang wartawan cetak, mako diplesetkan dengan embel-embel sidana, terinspirasi judul lagu qasidah, lalu jadilah makosidana. Sebelum memutuskan benar-benar menempati pressroom setahun lalu, sekitar bulan Juli 2017, Dendra adalah anak kos. Dia ngekos di dekat pabrik elektronik politron, yang dekat juga sebuah stasiun radio. Sebelum ngekos di situ, dia juga sempat tidur di kantor selama kurang lebih enam bulan, setelah sebelumnya juga sempat indekos di kawasan Desa Dersalam, Bae. Makosidana, setiap malam diisi oleh empat hingga lima nyawa. Senin-Jumat akan ada Dendra, lalu wartawan Tribun Goz, SM AnWH, Net HenAgus, ditambah Antara YusNug. Kadang ada juga wartawan Lingkar Umamb dan Murianews Dian, ditambah cleaning service pemkab Rudi Ucil. Makosidana mulai berdenyut biasanya mulai...

M. Ridwan, Ketua KONI Kudus Penggagas Tiga Diklat

Gambar
Seimbangkan Pembinaan dan Prestasi KUDUS -  Keberadaan diklat menjadi hal penting dalam pembinaan olahraga. Dengan diklat, para pemain bisa dibina sejak dini untuk akhirnya memiliki kemampuan fisik, teknik maupun mental yang mampu bersaing dengan atlet lain. Hal itulah yang melatari pendirian diklat sejumlah cabor di Kota Kretek. Kiprah pria yang 27 Juli nanti berulangtahun ke-55 di jagat olahraga di Kota Kretek dimulai sejak dirinya masih menjadi pelatih sepakbola SSB Tanjungkarang pada 1993. Setelah kurang lebih 9 tahun bergelut di sepakbola usia belia, Ridwan muda akhirnya mendirikan klub voli Porvit sekitar tahun 2002. Di klub itu, dirinya juga sekaligus menjadi pelatih. Agenda itu tentu di samping kesibukannya menjadi pengusaha barang bekas (rosok). DUA PERIODE: M. Ridwan membawa tropi juara pra porprov tim voli indoor yang diraih pada akhir tahun lalu. Pada tahun 2005, dia dipercaya menjadi manejer tim voli Kudus di ajang Porprov. Karirnya semakin cemerlang me...

Pedagang Ketupat Kudus Banjir Pesanan

Gambar
KUDUS – Lebaran ketupat akan dilakukan esok hari, bertepatan d engan hari kedelapan Idulfitri. Untuk merayakannya, masyarakat biasanya menyajikan ketupat sebagai menu khusus di hari istimewa itu. Tradisi turun-temurun itu pun membuat maraknya penjual selongsong ketupat serta janur. Salah satunya, terjadi di Pasar Bitingan, setidaknya sejak Lebaran ketiga, atau pada Minggu (17/6) lalu. Para pedagang dadakan selongsong ketupat dan janur mewarnai trotoar yang berada di depan Pasar Bitingan. Salah satu pedagang, Siti Marfuah mengungkapkan, setiap seikat janur yang biasanya berisi 10 helai, dijual dengan harga Rp 4-5 ribu. Dirinya mengaku mampu menjual hingga 2000 helai janur atau 200 ikat dalam satu hari. ”Tapi untuk hari ini (kemarin, red) saja. Dua hari sebelumnya tidak sampai seratus ikat,” aku dia kemarin. Untuk selongsong ketupat, per 10 buahnya, dirinya menjual dengan harga Rp 8 ribu. Sedangkan untuk selongsong lepet, per 10 buahnya, dijual Rp 4 ribu. Selain itu, ada juga kela...