Postingan

Menampilkan postingan dengan label Forum Bebas

Di Grobogan, Wamenkes Tak Mau Doorstop dengan Wartawan

Gambar
Grobogan - Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus enggan melayani wawancara cegat alias doorstop dengan wartawan saat menyambangi Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu (22/4/2026). Wamenkes tiba di Balai Desa Ketitang, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Rabu siang sekitar pukul 12.45 WIB. Setelah beberapa saat di ruang transit, Wamenkes dan rombongan lalu meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG). Wamenkes meninjau CKG antara lain didampingi Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, serta Kepala Dinas Kesehatan Djatmiko. Para wartawan yang hadir pun mendokumentasikan saat Wamenkes dan rombongan menyambangi petugas CKG. Wamenkes tampak bercengkrama dengan para petugas. Setelah dirasa cukup mendokumentasikan kegiatan itu, para wartawan menunggu di bagian depan balai desa untuk doorstop dengan Wamenkes. Namun, Wamenkes dan rombongan justru keluar lewat pintu samping dan kemudian menuju ke ruang belakang balai desa tempat alat X-ray. Wartaw...

Sekelumit Cerita Saat Sowan Gus Baha'

Gambar
Saya tidak tahu mengapa Jumat (5/3/2020) lalu menjadi hari yang mungkin paling uring-uringan sepanjang hidup seperempat abad di bumi ini. Yang lebih aneh lagi, rasa tak jelas di hati dan pikiran itu terjadi tanpa sebab yang jelas, saya benar-benar tak tahu penyebabnya. Seperti linglung, habis kehilangan banyak hal di hidup ini. Tapi rasa uring-uringan itu berangsur-angsur surut saat Sabtu pagi, grup WA kantor membikin pengumuman kecil: malam ini (Sabtu malam itu) diagendakan sowan Gus Baha. Kang Sub, sohib sekantor  yang tinggal di Blora langsung mendaftarkan nama saya dan namanya di nomor lima besar. Dia pede mau ikut. Tetapi agak siangan, Sohib Rembang Genk Ali yang didapuk jadi ketua panitia agenda sowan ini bikin pengumuman susulan: sowan diganti waktu jadi Minggu pagi pukul 07.00. Kang Sub memutuskan untuk membatalkan keikutsertaannya. Saya kekeh tetep ikut. Kapan lagi sowan kiai kharismatik ini coba, pikir saya. Pengumuman berikutnya: yang ikut sowan dianjur...

Setuju Gus Dur, Setuju Kiai Said

Gambar
Kiai Said, poto nyomot di Facebook. hehe.  Wallpaper hp pada poto di bawah ini sudah penulis pakai kurang lebih setahun. Kira-kira beberapa hari setelah "Ulil Radar" selesai ditugaskan di Blora setahun lalu. Ada ceritanya sendiri. Hehe. Penampakan wallpaper handphone penulis hingga saat ini. hehe.  Penulis dengan kaus Gus Dur. hehe. Desember 2019 Pertanyaannya, mengapa Gus Dur dan Bung Karno di bawah sedangkan Cak Nun di atas? Jawaban pertama, suka-suka yang bikin lah. Jawaban kedua, ya karena yang atas masih sugeng, terserah-serah kami pemakainya lah pertimbangannya. Lalu pertanyaan kedua, mengapa dari status-status Anda-misalnya ada yang tanya-seakan-akan tidak suka (atau mungkin ada yg beranggapan anti) NU? Tentu saja tidak ada jawaban resminya. Tetapi demi pembelaan sedikit, agar prasangka tidak mengembang, ada lah klarifikasi. (nggaya, haha) Sudah barang tentu tidak mungkin penulis tidak NU (meskipun cuma NU kultural). Sejak Madin sampai MTs (kalau ...

Curhatan Jurnalis di Era Milenial

Gambar
Ceritanya begini, Gaes… Eike-meminjam istilah sang kabiro, di tengah perjalanan pulang dari Magelang dalam acara refleksi kantor akhir November 2019 lalu, iseng-iseng ingin melakukan wawancara video. Terus terang, eike terinspirasi Soleh Solihun, stand up comedian eks wartawan yang kini jadi youtuber. Blio punya program The Soleh Solihun Interview, yang isinya wawancara tokoh-tokoh yang lumayan terkenal. Dari situlah, eike mau coba-coba interview sederhana. Kebetulan, di samping saya saat itu ada AUA, wartawan asal Jepara, kuliah di Kudus, dan ngepos di Pati. Langsung saja, Gaes… Tidak usah lama-lama lagi. Beginilah isi interview singkat yang telah diaplot di salah satu channel youtube. Hahaha. Eike         : Jadi, bagaimana sosok Kabiro Pati di mata seorang Pemred Lingkar Muria (lingkarmuria.com)? AUA        : Goblok. Skip... skip… Eike         : Hahaha.. Wes ah.. Kan n...

Ini Dia Kiat-Kiat Berhenti Ngocok, Wow… Nomor Lima Bikin Mlongo

Gambar
Ada-ada saja permintaan netizen. Mulai dari hal-hal yang berbau saru, sampai yang sangat saru. Masak Bang Andrew yang berwibawa sampai langit sabtujuh ini diminta bikin artikel tentang tips mengocok. Mengocok yang dimaksud di sini tentu saja mengocok yang nganu itu. Emang itu netizen JNCK. Tentu saja permintaan itu tidak akan dipenuhi. Permintaan itu kami geser menjadi kiat-kita berhenti mengocok, sebagaimana tertera judul di atas. Kebetulan, Bang Andrew ini pernah bertanya-tanya pada seseorang yang sudah bertaubat dari aktivitas laknat mengocok. Berdasarkan wawancara tersebut, setidaknya ada enam tips yang bisa dilakukan netizen apabila ingin meneruskan ngocoknya, eh maksudnya berhenti mengocok. Eng.. ing.. eng… 1.        Jangan pernah bawa botol yang di dalamnya ada airnya atau ada isinya. Ya kalau tidak bawa botol, mau ngocok apa coba? Iya kan? 2.        Jangan main kartu. Ya gampang lah. Kapolres Pasur...

Warga Miskin Masih 10 Persenan, Ini Solusi Bang Andrew Foundation

Solusi Kemiskinan di Indonesia versi Bang Andrew Foundation Kemiskinan di Indonesia masih lebih dari 9 persen dari total penduduk sebanyak 250 juta jiwa. Artinya, sekitar 24 juta jiwa di negara ini masih hidup di bawah garis kemiskinan. Apabila dilogika, dengan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah umat muslim yang mencapai 88 persen dari total jumlah penduduk, sebenarnya tidak masuk akal masih ada orang miskin di negara ini. Tetapi begitulah. Kenyataan pahit itu harus kita terima. Lewat artikel ini, sambil terus mengkritisi pemerintah yang belum berhasil (kalau bukan gagal) mengentaskan kemiskinan, ada baiknya umat Islam yang mayoritas di negeri ini turut memikirkan masalah tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa alternatif dari B.A. Foundation setelah pemikiran yang cukup panjang: 1. Memanfaatkan dana umat di masjid-masjid untuk keperluan mereka yg hidup di bawah garis kemiskinan. Selama ini dana di masjid hanya untuk operasional dan renovasi. Ironisnya, dalam proses reno...

Ribut-Ribut Soal Zonasi, Ini Kelebihannya

Gambar
DOK. BANG-ANDREW. Aktivitas para siswa SMP di salah satu sekolah di Rembang, 2019.  Sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dalam PPDB (penerimaan peserta didik baru) tahun ini membuat gaduh di banyak sekolah di Tanah Air. Para orangtua yang anaknya memiliki nilai bagus pada Ujian Nasional mengeluh karena sang anak tak diterima di sekolah favorit dengan pertimbangan jarak. Terlepas dari aturan yang menuai pro dan kontra tersebut, ini kelebihan sistem zonasi menurut Bang Andrew Foundation: 1. Siswa miskin dan kurang pintar lebih terakomodasi di sekolah yang dinilai unggulan. Menurut hemat kami, tujuan sekolah adalah mencerdaskan yang belum cerdas. Sedangkan semakin mencerdaskan yang sudah cerdas harusnya nomor sekian. 2. Mengurangi kemacetan. Dengan jarak yang lebih pendek, lalu lalang kendaraan bermotor, terutama di kawasan padat perkotaan bisa lebih ditekan. 3. Distribusi siswa unggul lebih merata. Sebagaimana diketahui, selama ini siswa unggulan selalu berada di se...

Rukun Otentik

Gambar
Anda yg hatinya ada kecenderungan pilihan politik di Pemilu 2019, sebaiknya tidak membaca ini. Rukun Otentik ini hanya berlaku di keluarga besar kami. Berikut ringkasannya. 1. Tidak semua tukang nyentil pemerintahan  sekarang adalah pendukung wahabi, HTI, FPI, atau segolongannya. 2. Tidak semua tukang nyentil pemeritahan sekarang adalah pendukung Prabowo. 3. Bapak saya adalah Jokower akut yang hobinya nonton Metro TV. 4. Ibu saya tidak tahu nama Ketua PBNU. 5. Sejak kecil kami NU dengan ketika di Madin sy mendapat mapel Ke-NU-an, serta penggemar Gus Dur. 6. Adik saya bernama Sinta Nuriyah, persis nama istri Gus Dur. 7. Saya mencoblos Jokowi di Pilpres 2014 dan beberapa bulan setelahnya saya menyesal. Sampai sekarang. 8. Ada NU kultural banyak yang tak sependapat  dengan NU struktural. 9. Jangan dungu hanya karena Pemilu. Jangan jancuk. Asw.

Grobogan Itu Desa di Kabupaten Mana, Mas?

Gambar
Adalah penampakan warung milik warga setempat di Bungurasih Sidoharjo yang tak tahu Grobogan. Oh iya, warung ini punya wifi gratis. Ternyata banyak orang Indonesia tidak tahu daerah mempesona berjudul Grobogan bukan cerita fiksi semata. Kemarin, Jumat (8/3/2019) malam atau Sabtu dini hari saya membuktikannya sekali lagi. Sepulang dari nonton pertunjukan teater Sengkuni2019 di Balai Pemuda Surabaya, saya memesan grab. Setelah percakapan di aplikasi sekenanya, bokong saya mendarat juga di jok motor sang driver. Agak bertanya-tanya sedikit karena si Mas Grab tidak pakai seragam. "Ke mana Mas?" tanyanya. "Bungurasih," jawab saya. "Tapi tunjukin jalannya ya Mas, saya baru tiga hari di sini Mas," katanya lagi dengan nada pekewuh cum melas. Batin saya: Asem, lha rung ngerti dalan kok wani nge-grab. Tapi tak apa. Wajahe melaske. Usut punya usut, si Mas Grab ternyata habis pulang kerja dari sebuah hotel. Saya lupa dia ada di bagian apa. Yang saya ingat,...

Beri Remisi Terpidana Pembunuhan Jurnalis, Jokowi Dikecam AJI

AJI INDONESIA, Jakarta - Presiden Joko Widodo memicu kekecewaan komunitas pers karena memberikan remisi terhadap Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Prabangsa. Keputusan itu tertuang dalam Kepres No. 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018. Susrama merupakan satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringan hukuman tersebut. . Susrama diadili karena kasus pembunuhan terhadap Prabangsa, 9 tahun lalu. Pembunuhan itu terkait dengan berita-berita dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkannya oleh Prabangsa di harian Radar Bali, dua bulan sebelumnya. Hasil penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi dan barang bukti di persidangan menunjukkan bahwa Susrama adalah otak di balik pembunuhan itu. Ia diketahui memerintahkan anak buahnya menjemput Prabangsa di rumah orangtuanya di Taman Bali, Bangli, pada 11 Februari 2009 itu. . Prabangsa lantas dibawa ke halaman belakan...

MENDIAMKAN TUHAN

Gambar
by Ahmad Mbarik | 15 Desember 18 Sekilas aku tampak cemas. Seperti khawatir akan hari esok yang masih tak jelas. Selalu menerka, mengandai-andai supaya terasa pas. Itu semua jadi kesibukanku di kala udara hilir mudik melewati lubang hidung. Mereka pikir aku tampak cemas. Mereka pikir aku kurang puas. Dengan kuasa Tuhanku Yang Maha Welas. Mereka pikir aku tak berpikir keras. Tuhan... Berikan aku ijin untuk minta ampunan-Mu. Bukan aku tak yakin dengan ke-Maha-an-Mu Aku cuma cemas tak bisa membaca pesanMu. Aku cuma khawatir tak memahami perkataan-Mu. Aku cuma takut melewatkan jawaban-Mu atas doa-doaku.   Aku cuma takut mendiamkan perkataan-Mu. Aku yakin kau mendengar doaku tapi aku ragu dengan pendengaranku Tuhan... Aku yakin kau menjawab tapi aku ragu dapat mendengarnya Memang tak semua yang kupinta langsung Kau kabulkan Tapi yang selalu Kau kabulkan tak selalu aku pinta Lalu... Masih pantaskah aku meminta? Tuhan....

MENGHADIRKAN TUHAN DI DALAM WC

Gambar
by Ahmad Mbarik | 11 Des 2016 Di saat dzikir aku tak menghadirkan Tuhan Di saat shalat aku tak menghadirkan Tuhan Di saat shalawatan aku tak menghadirkan Tuhan Di saat doa aku tak menghadirkan Tuhan Di saat dziba'an aku tak menghadirkan Tuhan Di saat Maulud Nabi aku tak menghadirkan tuhan Apakah Tuhan tidak hadir? Tuhan jelas hadir tapi aku tak menghadirkan-Nya Tetapi... Di dalam wc aku menghadirkan Tuhan Tuhan menghadirkan diri-Nya dalam keikhlasan makhluk-Nya Di tempat yang kalian anggap kotor, menjijikan, jorok, bau dan kumuh Tuhan hadir dengan senyuman. 

Inilah 7 Situs Menulis Online yang Membayar Penulisnya

(7 situs menulis artikel online dibayar). 1.  Jalantikus.com Salah satu situs yang menyediakan kabar seputar teknologi ini ternyata menyediakan kanal penulis lepas dan mereka juga bersedia membayar mahal setiap tulisan anda yang terbit di Jalantikus. Adapun motto-nya seperti dikutip di  JalanTikus.com , menyebutkan bahwa hingga saat ini Jalantikus terus menyediakan sarana menulis bagi kalian yang tertarik dengan informasi teknologi, khususnya yang berkaitan dengan tips dan trik seputar Android. Berbeda dengan sebelumnya, saat ini  JalanTikus.com  membebaskan kalian untuk menulis artikel tips, trik, feature khususnya berkaitan dengan problematika Android dan smartphone serta artikel-artikel ringan yang berkaitan dengan teknologi. Jalantikus berani membayar sebesar Rp. 50 ribu, setiap tulisan anda terbit di situs mereka. Anda juga tidak dibatasi mengirim artikel perharinya, dalam artian berapapun banyaknya artikel yang anda kirim pasti ditampung...

Situs yang Terbukti Membayar Tulisan Milikmu

1.        Nulis Nulis (nulis.co.id) adalah sebuah situs yang berafiliasi dengan Aplikasi Baca dan bekerja sama dengan salah satu perusahaan channel televisi nasional, yaitu Trans Corp. Setiap tulisan akan dibayar dengan metode revenue sharing. Intinya, semakin banyak orang membaca artikelmu, maka akan semakin tinggi bayaranmu. 2.        UC We-Media Situs yang beralamat di wm.ucweb.com ini berafiliasi dengan perusahaan besar Alibabadengan browser terkenalnya, yaitu UC dan juga aplikasi UC News-nya. Setiap tulisan akan dicek oleh editor sebelum diterbitkan dan dibayar dengan menggunakan dollar berdasarkan jumlah viewers-nya. 3.        IDNTimes Salah satu situs yang menerapkan metode gamification, IDNTimes (idntimes.com) memberi peluang bagi para penulis untuk menulis berbagai macam artikel dan akan dibayar perviewer...

Biarkan Tuhan Membiarkan

Gambar
by Ahmad Mbarik | 12 Des 2016 Mulai ada yang menakhodai pikiranku untuk kembali ke dermaga mengambil sesuatu yang seharusnya dibawa dalam pelayaran... Maaf, Tuhan... Ini bukanlah tindakan makar terhadap kuasamu... Aku menyebutnya memperjuangkan apa yang kau perintahkan Tuhan... Engkau tak mungkin mempermalukan makhlukmu di hadapan makhluk yang lain Oleh karena itu "mbok yao dikabulkan" Namun... Jika memang awalnya harus seperti ini saya ikhlas Tapi akhirnya "karo arek kae lho, Gusti" Dan akhirnya dengan seketika Tuhan langsung menjawab "hak mu adalah meminta dan cukup sampai batas meminta. Bahkan hakmu itu adalah pemberian Ku dan sejatinya kau tak punya hak apa pun terhadap hidupmu" Aku sadar gusti... Inilah dialektika kemesraan-Mu kepada makhluk-Nya. Kau larang aku untuk memiliki tapi kau biarkan aku menikmati. Seakan Kau berkata, "Makanlah, habiskan semua gula ini sesukamu, tapi saat kau tau bahaya dari gula maka kau akan tau kenap...

Peradaban Tanpa Adab

Gambar
by Ahmad Mbarik Ciri sederhana yang menandakan seseorang, kelompok, golongan atau bahkan masyarakat tersebut memiliki sejarah peradaban adalah tertanamnya budaya sopan-santun yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah unggah-ungguh. Ahmad Mbarik foto: facebook Beberapa waktu yang lalu, ada remaja yang mengkritik sikap duduk ustadz muda bersama bupati. Karena bupati duduk di kursi sedangkan ustadz tersebut duduk iftirosy (duduk di antara dua sujud dalam sholat). Remaja itu menganggap sikap tersebut berlebihan. Seharusnya mereka duduk sejajar. Jika di atas ya di atas semua, karena bupati bukan Tuhan yang harus dihormati berlebihan. "Sekarang bukan zaman kerajaan, bro...duduk sama rendah berdiri sama tinggi, kesetaraan kita di mata hukum sama apalagi di mata Tuhan," begitu cuitan dia. Remaja itu secara tak langsung menunjukkan karakter dirinya bahwa dia tak paham sejarah. Masyarakat Jawa memiliki naluri menghormati orang tua layaknya raja. Naluri ini terbentuk...

Susunan PWNU Jawa Tengah Masa Khidmat 2018-2023

MUSTASYAR: KH A. Musthofa Bisri KH Sya’roni Ahmadi Al-Hafidz KH Dimyati Rois KH Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf KH Hanif Muslih, Lc KH Muhammad Munif Zuhri KH Muromi KH Habib Bagir Al-Atas KH Baqoh Arifin Abdul Chamid Prof Dr. Mudjahirin Thohir, MA KH Habib Umar Muthohar SYURIAH : RAIS : KH. Ubaidullah Shodaqoh Wakil : KH A’wani Sya’rowi KH Achmad Chalwani Nawawi KH Muhlis Hudaf KH Roghib Mabrur KH Hadlor Ihsan KH Abu Hafsin Umar, MA, Ph.D KH Sholahudin Masruri KH Ma’sum Abi Darda’ KH M. Dian Nafi’, M.Pd KH Abi Jamroh KH Zaim Ahmad Maksum KH Ahmad Rozikin, Lc Prof Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag KATIB : KH. Ahmad Sya’roni, M.Ag Wakil Katib : KH Abdurrosyid KH Hilmi Wafa Mahsuni, Lc Dr KH. Ajma Imroni, M.Ag KH Nashrul Arif Abdurrahman KH Muhammad Luthfi Dr KH. Nashrullah Affandi Dr KH. Attabik Dr Munif Abdul Muhid A’WAN : Prof Dr. Muhidin, M.Ag Prof Dr. Mahmutarom, SH., MH Drs H. Farhani, SH., MH H Suwanto Prof Dr. Fatchurrahman, M.Pd KH Habib Hasan Thoha, MBA KH Tazdkir M...

Tips Menaklukkan Cewek Berkerudung

Jika kamu adalah jomblo yang sudah siap menikah, kamu boleh melanjutkan membaca postingan ini. tapi, kalau kamu membaca tips ini hanya untuk pacaran yang biasa nganu itu, sebaiknya kamu tinggalkan blog ini. Sejujurnya, Bang Andrew masihlah jomblo hingga menulis tips ini. sebenarnya dia tahu cara menaklukkan para wanita, tapi dia merasa belum menemukan gadis yang tepat. Dan, karena dia baik hati tapi sombong, dia mau berbagi tipsnya untuk sampean yang nganu itu. Pertama Pertama-tama, marilah kita ucapkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan. Eh, itu ceramah ding. Pertama-tama, yang mesti kamu lakukan adalah pastikan bahwa dia seorang perempuan dan kamu laki-laki. nggak lucu kalau kamu homo atau lesbi. Becanda bro. Pertama, kamu harus melakukan riset kecil-kecilan. Cari tahu apa yang berhubungan dengan dia. Alamat rumahnya, kesukaannya, nama orang tuanya, juga termasuk ukuran bra-nya. Astaghfirulloh.. yang terakhir bercanda lagi. Intinya, riset kecil-kecilan.. Kedua...

Sebaiknya Saya Berhenti Menjual Cilok?

Seorang teman menyarankan bahwa saya sebaiknya berhenti bermimpi menjadi penulis. Sebab, saya menurutnya tidak memiliki bakat menulis. Hal itu terlihat dari kemalasan saya untuk menulis dari hari ke hari yang semakin memprihatinkan. Bahkan, ketika usia saya mendekati usia Chairil Anwar ketika wafat, tak ada satu pun tulisan yang patut untuk dibanggakan. Kata teman saya itu, saya hanya bisa menulis ketika sedang jatuh cinta. Padahal, tidak mungkin orang jatuh cinta setiap hari dengan orang yang berbeda.  Nah, karena alasan itu, dengan mempertimbangkan waktu yang sia-sia buat merenungkan kisah yang akan dibuat, dan sebaiknya waktu yang baik itu bisa digunakan untuk hal bermanfaat lain, maka dia berpendapat  saya berhenti bercita-cita menjadi penulis. Teman saya itu bukan penulis. Tetapi, dia memiliki potongan yang lebih penulis ketimbang saya. Dia berkacamata, kurus, dan setiap hari tangannya memegang buku yang berbeda-beda untuk dibaca setiap kali ada sedikit saja wakt...

Cita-cita

“Sebenarnya kamu ini maunya jadi apa?” “Jadi pengangguran.” “Lha ndasmu. Orang-orang yang nganggur saja pengen kerja, kamu yang kerja kok pengen jadi pengangguran.” “Lha yo ben. Terserah saya.” “Cah gendeng.” “Enggak gitu. Aslinya, orang-orang yang nganggur itu memang nggak mau kerja, bukan nggak dapat pekerjaan. Ada banyak pekerjaan, cuma nggak mau nggarap saja.” “Lha itu kan omonganmu yang kamu ini pekerja.” “Enggak. Mereka gengsi.” “Ya itu kan memang problem bangsa ini. Tapi kamu ini kok setiap hari mengeluh terus. Kerja ini ngeluh, kerja itu ngeluh.” “Lha kan memang saya ingin jadi penganggur. Lebih bebas.” “Lha yo sana resign lagi” “Tapi rak enak ee, wingi nembe wae bar resign, mosok resign neh. Ewuh sama Tuhan. Wes mengabulkan doaku terus.” “Lha yo ojo ngeluh to le.” “Tapi yo memang ngono kok. Aku mumet, mbendino dikejar garis kematian. Sedino dijatah piro, aku entuke piro. Rak enak nda janda.” “Jare cita2mu dadi tukang golek berita.?” “Lha yo, tak kiro tinggal me...