Postingan

Menampilkan postingan dengan label makosidana

Usai Diperkosa Founder TV Nem, Ikan-ikan Pilih Bunuh Diri

Kejadian tragis menimpa ikan-ikan di makosidana. Pada Sabtu (29/9/2018) siang, tiga ikan ingon-ingon Henry Agusta diduga diperkosa Founder TV Nem, Dian Nuruljay Utoroaji. Saksi di tempat kejadian yang menolak menyebutkan namanya menyatakan, saat itu pelaku melihat suasana yang sepi. Pelaku juga diduga horny karena baru saja nonton film kartun Naruto. Adapun ikan-ikan yang bunuh diri itu segera mendapat simpati dari banyak pihak. Calon presiden Republik Wakanda nomor urut 001 Jokowkwk langsung mengirim karangan bunga, bahkan setengah jam sebelum peristiwa itu terjadi. Begitu pun calon presiden nomor urut 002, Prabowkwk yang bahkan sudah mengirim karangan bunga sehari sebelum kejadian. Sementara itu pihak keluarga pelaku mengaku shock. Sebab selama ini Dian dikenal suka menabung dan rajin mengaji. "Tapi semenjak punya TV Nem, kelakuannya aneh. Mungkin dia terlalu memikirkan Ayuk dan Nuruljay. Dia bingung memilih," papar saudara pelaku, Diantemi.

Selamat Tinggal Kudus, Saya Dapat Petir Menuju Rembang

Petir itu menyambar saya pada pukul 5 sore, tanggal 31 Agustus 2018. Redaktur pelaksana yang juga mantan wartawan olahraga, Mas Ulin Nuha meminta saya keluar ruangan redaksi sebentar. Dia menepuk tangan kanan saya yang sedang mengetik, sembari memberi isyarat untuk keluar ruangan sebentar dengan sunggingan senyum. Mas Doni, fotografer kantor sudah mengode-ngode lewat matanya, yakin bahwa saya akan naik kelas. Jantung saya berdegup kencang saat Mas Ulin menerangkan apa yang terjadi di tubuh redaksi. Sesuatu yang sesungguhnya sudah saya tahu. Saya masih yakin bukan saya yang bakal ditunjuk untuk naik kelas, kendati apa pun keputusan apa pun nanti akan ada konsekuensi buat saya. Sebab, saya yang dipanggil. Dan benar saja. Omong-omong di depan pintu lantai tiga kantor itu ternyata adalah petir yang amat keras menyambar. “Iki dipandang-pandang, Kholid kan wes cocok dadi redaktur. Jadi, sampean mulai Senin besok ngganti di Rembang,” katanya sembari terus menyunggingkan senyum, se...

Rekor MURI

Setelah dua tahun lebih satu bulan berdomisili di Kota Kretek, Dendra tadi pagi memecahkan rekor MURI. Haha. Ya, Senin (27/8/2018) subuh tadi adalah pertama kalinya dirinya jamaah subuh di Masjid Agung Kudus. Haha. Sebelum-sebelumnya, selama tinggal di Makosidana, dia bahkan pernah sampai Subuhan pukul 10.00 pagi. Betapa parah. Hal-hal semacam itulah yang membuatnya pada akhirnya rela bila cita-citanya mendapat pasangan Mbak-mbak santri gagal terwujud. Sebagai wartawan olahraga, dia memang lebih banyak bangun siang. Bangun pukul 09 pagi sudah biasa. Sebab, kala malam, dia sering baru tidur pukul 02 pagi. Padahal, tak ada aktivitas positif yang dilakukannya. Paling banter baca cerpen di lakonhidup.com. tapi, nyatanya dia lebih banyak buka sosmed, atau sering main PES 2018. Begitulah, rekor MURI itu juga sebenarnya didorong oleh Henri Agusta, wartawan NET TV yang akhir-akhir ini tertib solat lima waktu. Padahal, sebulan lalu dia masih ogah-ogahan, bahkan sering tidak so...

Henri Salat Malam

Nyamuk di makosidana semakin hari semakin parah. Pukul set.4 pagi Dendra terbangun dan mendapati Henri bersiap salat. "Hurung Subuh, Bos!" Teriaknya. Yang diteriaki membalas pelan. "Emang ora meh Subuhan kok." Selama setahun lebih di makosidana, Dendra memang tak pernah sang gamer salat Tahajud atau salat malam. Subuhan saja, seluruh mereka yang pernah menginap di mako tak pernah di masjid. Bahkan pemandangan Subuhan jam 8 pagi sudah hal biasa. Malam ini memang cuma Dendra, Dian, dan Henri yang menginap karena malam Minggu. Sebab Sabtu adalah hari libur kebanyakan para kami tukang ketik. Dian tidak libur karena dia ditanggungjawabi event PWI hari Minggu pagi kerjasama dengan Polres Kudus, sementara Dendra jatah liburnya adalah hari Selasa. Hari itu juga sekaligus yang akan diingat, karena halaman koran radar selesai sangat lama. Ya, hingga setengah tiga pagi. Sebab, ada iklan bacaleg KPU se karesidenan Pati sedangkan layouter cuma tiga. Ya radar terbit 24 ha...

Makosidana

Tempat ini sebenarnya bernama pressroom, atau tempat berkumpulnya insan pers, atau wartawan. Namun, para wartawan di sini lebih menyebutnya “mako”, meminjam istilah aparat, markas komando. Oleh seorang wartawan cetak, mako diplesetkan dengan embel-embel sidana, terinspirasi judul lagu qasidah, lalu jadilah makosidana. Sebelum memutuskan benar-benar menempati pressroom setahun lalu, sekitar bulan Juli 2017, Dendra adalah anak kos. Dia ngekos di dekat pabrik elektronik politron, yang dekat juga sebuah stasiun radio. Sebelum ngekos di situ, dia juga sempat tidur di kantor selama kurang lebih enam bulan, setelah sebelumnya juga sempat indekos di kawasan Desa Dersalam, Bae. Makosidana, setiap malam diisi oleh empat hingga lima nyawa. Senin-Jumat akan ada Dendra, lalu wartawan Tribun Goz, SM AnWH, Net HenAgus, ditambah Antara YusNug. Kadang ada juga wartawan Lingkar Umamb dan Murianews Dian, ditambah cleaning service pemkab Rudi Ucil. Makosidana mulai berdenyut biasanya mulai...