Postingan

Banjir di Simpanglima Grobogan Terparah Sepanjang 35 Tahun

Gambar
Banjir besar di Simpanglima Purwodadi, Grobogan, Februari 2026. Grobogan - Banjir yang melanda kawasan jantung kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kali ini diyakini warga merupakan yang terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir. Hal itu diungkapkan Yono, warga Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Pria berusia 56 tahun itu menyebut belum pernah terjadi banjir separah Senin (16/2/2026) hari ini. "Saya tahu pembuatan tugu Simpanglima, sekitar 35 tahun lalu. Sejak saat itu sampai sekarang, baru ini banjir terparah," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu. Menurut dia, setidaknya sepanjang 35 tahun terakhir belum pernah terjadi banjir di Simpanglima sampai berjam-jam. Biasanya, genangan banjir hanya lewat saja.  "Biasanya hanya lewat saja. Ini dari jam 6 pagi sampai sekarang (sekitar pukul 12.00 WIB), belum surut," lanjutnya. Suhadi, warga Purwodadi lainnya menyebutkan hal yang sama. Pria berusia lebih 70 tahun itu mengata...

Awasi Pleno PDPB Triwulan IV, Bawaslu Grobogan Soroti Pemilih TMS, Minta Koreksi Data

Gambar
Purwodadi - Bawaslu Kabupaten Grobogan mencermati data pemutakhiran data pemilih. Salah satu yang jadi sorotan adalah validitas data pemilih tidak memenuhi syarat (TMS).  Bawaslu Kabupaten Grobogan menyoroti hal tersebut dalam pengawasan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV KPU Kabupaten Grobogan di Hotel Front One Purwodadi, Senin (8/12/2025).  Dalam rapat pleno tersebut, KPU Kabupaten Grobogan memaparkan berdasarkan rekapitulasi perubahan pemilih PDPB Triwulan IV Tahun 2025, pemilih baru tercatat sebanyak 9.889 pemilih dan pemilih tidak memenuhi syarat  tercatat sebanyak 4.203 pemilih yang tersebar di 19 Kecamatan se-Kabupaten Grobogan.  Akumulasi perubahan tersebut, maka pemilih total PDPB Triwulan IV, yakni jumlah pemilih laki-laki sebanyak 570.115, pemilih perempuan 574.336, sehingga total pemilih mencapai 1.144.451. Jumlah tersebut tersebar dalam 2.142 TPS, 280 desa dan kelurahan, dan 19 kecamatan.  Ja...

Pemkab Beralasan Tak Bangun Jalan 2025

Grobogan - Pemkab Grobogan melalui Sekda Anang Armunanto memberikan penjelasan terkait kritik masyarakat yang menyebut jalan rusak tak segera dibangun dan lebih memilih membangun gedung perkantoran. Sekda memaparkan, pembangunan gedung besar, sebagai contoh ruang Riptaloka Setda Grobogan dilakukan karena banyak pertimbangan. Dijelaskan, selama ini Pemkab belum memiliki command center. "Di Jawa Tengah banyak yang sudah punya command center, sedangkan kita belum punya. Padahal itu penting untuk kepala daerah saat mengambil keputusan penting," ujar dia. Gedung lama, kata dia tidak mungkin hanya dilakukan perbaikan. Sebab, di gedung command center juga terdapat ruang pertemuan untuk agenda-agenda penting. "Awalnya itu rencananya direnovasi, ternyata kalau hanya direnovasi itu bagian dasarnya tidak kuat. Akhirnya mau tidak mau dibangun dari awal, jadi gedung lama dibongkar," lanjutnya. Ia pun berjanji gedung baru yang tersambung di gedung depan dan belakang ter...

PPPK Paruh Waktu

Grobogan – Bupati Grobogan, Jawa Tengah, Setyo Hadi baru saja menyerahkan SK pengangkatan bagi 789 PPPK di Gedung Dewi Sri Purwodadi, Selasa (9/9/2025). Selanjutnya, Pemkab Grobogan juga bakal mengangkat sekitar tiga ribu pegawai dalam skema PPPK Paruh Waktu. Sekda Grobogan Anang  Armunanto menyatakan sebenarnya tidak ada PPPK Paruh Waktu. ”Masih ada PR lagi, sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat, sebenarnya tidak ada istilah PPPK Paruh Waktu. Tidak ada di Undang-Undang. Hanya mengistilahkan saja. Sebelum diangkat jadi penuh waktu, jadi paruh waktu,” ujar Anang usai mengikuti penyerahan SK bagi PPPK. Ia memaparkan, sebagaimana aturan yang berlaku, terkait batasan usia, yang terpenting pegawai tersebut belum berusia 58 tahun. Jika masih berusia di bawah itu, masih dapat diangkat menjadi PPPK. ”Sepanjang belum 58 tahun, masih bisa diangkat. Seperti tadi ada yang usia 56 tahun, berarti dua tahun berikutnya sudah pensiun,” imbuhnya. Diketahui, dari tiga ribuan yang bakal diangkat se...

Di Malam Menjelang Minggu

  Dini Hari 13 April 2020 Septiana menghitung bintang di langit malam itu. Sejauh yang berhasil dihitungnya sebelum hitungannya ambyar, ada 676 bintang. "Yang itu tadi udah belum ya?" katanya dalam hati. Ragu baris bintang yang telah dihitungnya. Malam itu malam minggu. Sudah sepuluh cerpen selesai dibacanya. Tugas kantor seluruhnya juga telah rampung. Jam di layar HP-nya menunjukkan pukul 23.34. Tapi ia belum mengantuk. Matanya masih 100 watt. Septiana lalu membuka tirai kamarnya, dan ia melihat langit yang berbintik-bintik cahaya. Sudah lama sekali ia tak menghitung bintang, batinnya. Ia lalu membuka jendela kamarnya dan menelusupkan tubuhnya. Tak lupa dia bawa selimut. Di genteng rumahnya itu, dia telentangkan tubuhnya. Wajahnya dihadapkannya ke langit. Gadis berambut sepundak itu mulai memejamkan mata sembari menghirup nafas panjang. Benar-benar panjang hingga dadanya mengembang. Seperti melepaskan beban di pundaknya. Melupakan tugas-tugas kantor setumpuk yang diga...

Ghanim Saka Nareswara

Gambar
  Ya, itulah nama anakku yg lahir pada Mei 2022 lalu. Kini usianya sudah tiga tahun lebih. Sudah bisa memanggil ayahnya dan mamanya, dan banyak hal lain. Memang, aku merasa lebih cocok dipanggil ayah dan ternyata ibunya ingin dipanggil mama saja. Jadi bukan ayah-ibu atau papa-mama, tapi ayah-mama. Aku memilih nama Ghanim setelah googling mencari nama anak-anak Palestina. Terus terang, itu bukan nama yang kusiapkan sejak awal. Itu nama yang bahkan baru kupilih beberapa hari usai sang bocah itu lahir. Nareswara kupilih karena aku ingin perpaduan Arab-Jawa. Kupikir artinya bagus, kupakai saja. Awalnya Nareswara di depan, tapi mamanya ingin diletakkan di belakang. Tambahan Saka di tengah tidak diniatkan memiliki filosofi tertentu. Itu hanya kependekan Saiful-Rika. Mamanya yang mengusulkan dan aku setuju. Aku sangat bersyukur punya Ghanim. Walau ia sering tak mau kuajak karena kerap kularang-larang melakukan sesuatu, namun kelucuannya membuatku sangat sayang padanya. Saat ak...

Imbas Banjir Grobogan, KAI Masih Batalkan Sejumlah Perjalanan Hari Ini

Gambar
  Proses perbaikan rel kereta api di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang belum rampung. (Dok. KAI). Grobogan – KAI Daop 4 Semarang masih membatalkan tujuh perjalanan kereta per Kamis (23/1/2024) hari ini. Hal itu menyusul perbaikan di jalur Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug - Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah yang terimbas banjir Grobogan belum rampung. Seperti diketahui, rel di jalur tersebut tidak dapat dilintasi karena tanggul Sungai Tuntang yang menjadi landasan rel tersebut jebol pada Selasa (21/1/2025) lalu. Selain membatalkan perjalanan, KAI juga masih melakukan pengalihan rute perjalanan. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, hingga pagi ini perbaikan pada jalur yang terdampak jebolan tanggul masih dalam progres pengeceran batu kricak. ”Daop 4 Semarang telah melakukan pengeceran batu kricak sebanyak 2.500 ton atau sekitar 3.800 meter kubik pada jalur yang terdampak. Semoga hari ini salah satu jal...