Mas Habib dan Maiyah
Pada sekitar 2014, saya sebagai komting lupa mengirim SMS (belum marak WA) padanya bahwa sebuah mata kuliah diganti hari. Blio tentu tidak tahu, tidak berangkat dan membuat jatah absennya berkurang. Blio pun protes tipis-tipis. Sebagai bentuk permintaan maaf, saya main ke rumahnya di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang beberapa waktu setelahnya. Saya lupa bagaimana detailnya tapi pada akhirnya kami semakin akrab karena Maiyah. Pada Februari 2016, kami motoran dari Semarang ke Alun-Alun Purwodadi menerjang hujan demi Maiyahan. Waktu itu temanya Meretas Budaya Korupsi. Kami tidur di masjid kompleks Alun2 itu, Baitul Makmur. Sialnya, sandal saya hilang dan pada paginya harus pulang nyeker. Selain di Purwodadi itu, kami juga pernah ngluruk Maiyahan ke Magelang dan Solo. Entah ke mana lagi. Saya lulus, namun kabar kurang enaknya blio gak bersedia menyelesaikan studinya di detik-detik akhir semester. Kami bertemu lagi pada 2021 saat saya nikah. Blio datang bersama istrinya d...