Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Mbarik

Indonesia Butuh Suaka

Gambar
Ahmad Mbarik | Revolusi Akal 11 Januari 2019 Saat modernitas dijadikan tolak ukur kemajuan sebuah bangsa, namun peradaban lokal yang menjadi karakter bangsa disingkirkan. Kemudian rakyatnya terninabobokkan dengan semuanya, di situlah ruh bangsa dipertaruhkan. Bangga akan hebatnya pembangunan yang masif tanpa mangkrak. Jumawa akan banyaknya gedung gedung menembus langit. Puas dengan banyaknya perubahan fisik dan penambahan fisik di tiap tempat. Para elit sibuk menghitung laba. Para pemimpin sibuk dengan janji barunya.  Kemudian ada yang mencari.... Di mana  Indonesianya..?? Oh... Maaf Jangan menanyakan tentang itu. Kami tak tega memberikan jawabannya, kami khawatir kalian kecewa dengan jawaban kami. Tapi jika kalian tetap memaksa karena kalian merindukannya baiklah...  Indonesia sedang packing...  Dia sedang bersiap-siap untuk mengembara mencari suaka baru.  Dia sedang mengumpulkan sisa-sisa miliknya yang masih bisa di...

Ketidaktahuan = Tuhan?

Gambar
Mbarik Ahmad | 10 Januari 2019 Tuhan...  Aku harus bagaimana dengan ketidakpahamanku tentang ilmu-Mu Aku harus memaknainya seperti apa dengan kecupetan ilmu yang Kau pinjamkan padaku Aku masih berusaha untuk menemukan tanda-tanda-Mu lewat tanda-tanda yang kau kirim padaku Kegamangan akan kebenaran tafsirku untuk membaca pesan-Mu berseliweran di akalku. Aku sadar dalam ketidaktahuan, bagaimana bisa aku mengenal-Mu jika membaca pesan-Mu saja aku masih gagap.  Bagaimana aku akan mencintai-Mu jika menemukan tanda keberadaanmu saja aku selalu subjektif  Tuhan... Engkau yang ada dalam konsepku jangan jangan bukan Kau.  Itu hanya tafsirku tentang kejadian kejadian alam yang tak mampu aku logikakan.  Dan untuk memagari ketidakpahaman ini aku beri nama Tuhan.  Segala hal yang tak mampu aku gapai dengan segala indra kuberi nama Tuhan.  Saat akal dan perasaan mentok, kumudahkan dengan menyebutkan ini kuasa Tuhan.  Tapi... Jan...

Hatiku Kafir?

Gambar
Mbarik Ahmad | 17 Des 18 Memahami tiap peristiwa sebagai kepingan demi kepingan yang harus disusun menjadi sebuah cerita yang memiliki tujuan Lillah. Objek yang Allah hadirkan d itiap kepingan adalah alat untuk membentuk kepingan-kepingan. Namun Allah suka guyonan Objek yang disifati sebagai alat, oleh Allah dikelambeni agar tampak seperti tujuan. Kegamangan demi kegamangan mulai muncul, akal dan hati mulai berbenturan dengan argumennya masing-masing. Akal dengan hubbun-nya hati dengan wuddan-nya Jika akal yang menang maka tujuan yang sejati akan ter-kafir-kan oleh hubbun Namun ketika hati yang menang maka objek yang ter-klambi-kan akan dibuka oleh Allah dengan wuddan-nya dan tampaklah bahwa sebenarnya itu bukan tujuan melainkan alat. #kepingan #kaffaro