Di Malam Menjelang Minggu
Dini Hari 13 April 2020 Septiana menghitung bintang di langit malam itu. Sejauh yang berhasil dihitungnya sebelum hitungannya ambyar, ada 676 bintang. "Yang itu tadi udah belum ya?" katanya dalam hati. Ragu baris bintang yang telah dihitungnya. Malam itu malam minggu. Sudah sepuluh cerpen selesai dibacanya. Tugas kantor seluruhnya juga telah rampung. Jam di layar HP-nya menunjukkan pukul 23.34. Tapi ia belum mengantuk. Matanya masih 100 watt. Septiana lalu membuka tirai kamarnya, dan ia melihat langit yang berbintik-bintik cahaya. Sudah lama sekali ia tak menghitung bintang, batinnya. Ia lalu membuka jendela kamarnya dan menelusupkan tubuhnya. Tak lupa dia bawa selimut. Di genteng rumahnya itu, dia telentangkan tubuhnya. Wajahnya dihadapkannya ke langit. Gadis berambut sepundak itu mulai memejamkan mata sembari menghirup nafas panjang. Benar-benar panjang hingga dadanya mengembang. Seperti melepaskan beban di pundaknya. Melupakan tugas-tugas kantor setumpuk yang diga...