Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akal Sehat

Mengapa Kita Cemas?

  Cemas, orang-orang selalu tampak cemas karena masa depan sepersekian detik setelah kita bernapas hanya ada dalam catatan langit. Orang-orang cemas, takut ketidakpastian masa depan, lalu memilih berlindung di bawah payung agama yang teduh. Sebagian orang mengatakan agama adalah keniscayaan. Lalu, ada berapa banyak orang yang justru lebih bahagia tanpa agama? Dendra berpikiran, agama hanya datang dari langit. Manusia tidak dapat menciptakan agama, karena manusia takkan mampu menyibak cahaya yang amat terang. Manusia tak bisa menyalalan lilin tanpa korek api. Manusia mesti mendapat anugrah untuk dipilih menjadi pemilik korek api yang jatuh dari langit. Dendra tentu tak berani menyalahkan orang-orang. Dia selalu mendorong orang-orang untuk berpikir: di kelas-kelasnya, status sosmednya, dan setiap bertemu dengan manusia apa pun bentuk kepalanya. Kecemasan mendorong orang-orang untuk berbuat sesuatu. Mereka sebenarnya tak benar-benar tahu bahwa apa yang mereka lakukan hanya ...

Pemkab Beralasan Tak Bangun Jalan 2025

Grobogan - Pemkab Grobogan melalui Sekda Anang Armunanto memberikan penjelasan terkait kritik masyarakat yang menyebut jalan rusak tak segera dibangun dan lebih memilih membangun gedung perkantoran. Sekda memaparkan, pembangunan gedung besar, sebagai contoh ruang Riptaloka Setda Grobogan dilakukan karena banyak pertimbangan. Dijelaskan, selama ini Pemkab belum memiliki command center. "Di Jawa Tengah banyak yang sudah punya command center, sedangkan kita belum punya. Padahal itu penting untuk kepala daerah saat mengambil keputusan penting," ujar dia. Gedung lama, kata dia tidak mungkin hanya dilakukan perbaikan. Sebab, di gedung command center juga terdapat ruang pertemuan untuk agenda-agenda penting. "Awalnya itu rencananya direnovasi, ternyata kalau hanya direnovasi itu bagian dasarnya tidak kuat. Akhirnya mau tidak mau dibangun dari awal, jadi gedung lama dibongkar," lanjutnya. Ia pun berjanji gedung baru yang tersambung di gedung depan dan belakang ter...

Apakah Sains dan Agama Tak Mungkin Berjabat Tangan?

Perdebatan tentang sains dan agama sepertinya bagai labirin yang rumit. Yang ilmiah dan yang ilahiah sepertinya tidak ada titik temu bagi kebanyakan orang. Para agamawan sebenarnya lebih yakin akan kebenaran yang diyakininya sebab ada banyak orang sains yang bingung saat mentok. Sains berupaya membuktikan “keberadaan Tuhan” dengan berbagai cara. Penelitian mengenai sesuatu yang paling kecil di muka bumi, atom, terus dilakukan dan terus-terusan buntu. Temuan para ilmuan berkesimpulan bahwa ada sesuatu yang ajaib di semesta ini. Sialnya, mereka tak bersedia menghadirkan Tuhan. Agama, sebagian besar pemeluknya -dalam hal ini Islam adalah agama penulis- kesulitan menjawab saat ditanya apakah orang yang berbuat baik namun secara resmi tidak beragama Islam bisa masuk surge? Atau pertanyaan macam apakah bisa teori Darwin berdampingan dengan keyakinan bahwa manusia pertama di bumi adalah Nabi Adam? Kabar baiknya, penulis adalah salah seorang jamaah Maiyah yang diampu Cak Nun alias Emha A...

Sekelumit Cerita Saat Sowan Gus Baha'

Gambar
Saya tidak tahu mengapa Jumat (5/3/2020) lalu menjadi hari yang mungkin paling uring-uringan sepanjang hidup seperempat abad di bumi ini. Yang lebih aneh lagi, rasa tak jelas di hati dan pikiran itu terjadi tanpa sebab yang jelas, saya benar-benar tak tahu penyebabnya. Seperti linglung, habis kehilangan banyak hal di hidup ini. Tapi rasa uring-uringan itu berangsur-angsur surut saat Sabtu pagi, grup WA kantor membikin pengumuman kecil: malam ini (Sabtu malam itu) diagendakan sowan Gus Baha. Kang Sub, sohib sekantor  yang tinggal di Blora langsung mendaftarkan nama saya dan namanya di nomor lima besar. Dia pede mau ikut. Tetapi agak siangan, Sohib Rembang Genk Ali yang didapuk jadi ketua panitia agenda sowan ini bikin pengumuman susulan: sowan diganti waktu jadi Minggu pagi pukul 07.00. Kang Sub memutuskan untuk membatalkan keikutsertaannya. Saya kekeh tetep ikut. Kapan lagi sowan kiai kharismatik ini coba, pikir saya. Pengumuman berikutnya: yang ikut sowan dianjur...

Warga Miskin Masih 10 Persenan, Ini Solusi Bang Andrew Foundation

Solusi Kemiskinan di Indonesia versi Bang Andrew Foundation Kemiskinan di Indonesia masih lebih dari 9 persen dari total penduduk sebanyak 250 juta jiwa. Artinya, sekitar 24 juta jiwa di negara ini masih hidup di bawah garis kemiskinan. Apabila dilogika, dengan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah umat muslim yang mencapai 88 persen dari total jumlah penduduk, sebenarnya tidak masuk akal masih ada orang miskin di negara ini. Tetapi begitulah. Kenyataan pahit itu harus kita terima. Lewat artikel ini, sambil terus mengkritisi pemerintah yang belum berhasil (kalau bukan gagal) mengentaskan kemiskinan, ada baiknya umat Islam yang mayoritas di negeri ini turut memikirkan masalah tersebut. Dan berikut ini adalah beberapa alternatif dari B.A. Foundation setelah pemikiran yang cukup panjang: 1. Memanfaatkan dana umat di masjid-masjid untuk keperluan mereka yg hidup di bawah garis kemiskinan. Selama ini dana di masjid hanya untuk operasional dan renovasi. Ironisnya, dalam proses reno...

Presiden Penyair Sutardji, Penyair Celurit D. Zamawi Imron, dan Gus Mus

Gambar
Penampilan Gus Mus alias Ahmad Musthofa Bisri, penyair yang juga pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI di depan Menara Kudus, 29 Juni 2019 malam. Sebanyak 130 penyair dari berbagai negara di asia tenggara berkumpul malam itu dan membacakan puisinya.  Penampilan Penyair Celurit Emas D. Zamawi Imron di Menara Kudus, 29 Juni 2019 DOK. BANG ANDREW FOUNDATION Penampilan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri di Menara Kudus, 29 Juni 2019

Ramai-Ramai Kecewa kepada Pak Jokowi

Gambar
DOK. BANG-ANDREW.BLOGSPOT.COM Pak Jokowi (kiri) saat ke Ponpes Al Anwar Sarang pada awal Februari 2019. Sebagai warga yang membayar pajak dan memilih Pak Jokowi sebagai presiden pada 2014 lalu, tentu sangat wajar ada kekecewaan terhadap masa pemerintahannya. Sederet keberhasilan membangun infrastruktur tentu saja patut dibanggakan. Tetapi “dosa” beliau terhadap janji-janjinya pada kampanye 2014 sungguh tidak bisa dimaafkan. Saya pribadi, kekecewaan yang paling parah adalah program revolusi mental. Pada kampanye 2014, Pak Jokowi selalu menggembar-gemborkan revolusi mental. Hasilnya hari ini apa? Suasana hari ini tidak ada bedanya dengan era Pak SBY. Bahkan, ada beberapa aspek yang bisa dinilai justru mengalami penurunan. Yang paling kentara adalah adanya dua kubu yang tak kunjung berdamai. Padahal, pemerintah harusnya bisa merangkul semua golongan. Kekecewaaan yang kedua adalah “ketidakmerdekaan” Pak Jokowi. Dalam beberapa kebijakan yang seharusnya presiden tampil sebagai ...

Menakar Logika Akal Sehat Pendukung 02

Benarkah pendukung 02 adalah yang paling punya akal sehat? Pendukung 02 umumnya mengagungkan jargon #AkalSehatPilih02. Sebagaimana kita-rakyat Wakanda tahu, "pencetus" jargon ini adalah pengamat politik yang "dibesarkan" oleh Indonesia Lawyers Club (ILC), seseorang berjudul Rocky Gerung (RG). Sebagaimana kita tahu pula, pendukung 02 banyak dari kalangam pendukung Islam puritan, ormas anu, ormas ane, dan rekan-rekannya. Umumnya mereka adalah kelompok yang anti sekuler, syiah, liberal, Islam Nusantara dan anti konsep lainnya yang dianggap melenceng dari Islam yang murni. Padahal, jargon yang mereka gunakan itu, "akal sehat", dicetuskan oleh RG yang "bermazhab" filsuf sekuler. RG yang juga mengaku hobi minum wine itu berpandangan bahwa agama jangan dicampur politik. Harus dipisahkan. Kalau tak percaya, silakan cari di youtube dan skrol twitter-nya. Pandangan itu sangat bertolak belakang dengan dengan para pendukung 02 yang banyak anti sek...