Postingan

Sampah Kiriman Bikin Bendung Glapan Buntu

Gambar
GROBOGAN – Berbagai sampah tanaman membuat Bendung Glapan buntu dalam beberapa hari terakhir. Aliran air pun terhambat karena sampah terlalu banyak dan melintang tak mampu melewati pintu bendung. Salah satu petugas Bendung Glapan Wawan Santoso mengungkapkan, sampah-sampah tersebut merupakan kiriman dari daerah atas, seperti Salatiga dan Ambarawa. Hal itu sudah biasa terjadi setiap tahun, menjelang musim hujan tiba. ”Yang pertama, penyebabnya itu hutan gundul. Yang kedua, setiap tahun, banjir (aliran air) pertama kali pasti selalu ada sampah-sampah seperti itu. Kalau dilihat, sampah-sampah itu kan batang jagung, batang pisang, di sini kan tidak ada yang tanam seperti itu. Itu kiriman dari daerah atas,” terang Wawan, pada 3 Desember 2019. Lebih lanjut Wawan menuturkan, bila ada aliran yang cukup deras, sampah-sampah itu nantinya akan terbawa. Namun, hingga kemarin, sampah-sampah di bagian barat itu masih belum juga terurai melewati jembatan. ”Belum. Tapi tinggal di sebelah ...

Motoran Grobogan-Jombang Demi Allah, Demi PadhangMbulan

Gambar
Wani dewe tekan PadhangMbulan, Jombang. 11 November 2019 Ini misi ketiga. Perjalanan agak nekat ke Maiyahan simpul utama PadhangMbulan di Jombang. Dari Gubug, Grobogan, Jateng sekitar pukul 09.30, kaki kami mencapai Desa Menturo, Kecamatan Sumubito, Jombang, Jatim pukul 18.15. Lumayan, hampir 10 jam dengan istirahat sekitar 1 jam dan nyasar 2 jam. Ya, motoran seorang diri. Sebelumnya Bang Andrew telah sukses menyambangi Mocopat Syafaat di Jogjakarta pada 17 Oktober 2017 juga dengan motoran ijen dan Bang-Bang Wetan di Surabaya pada 5 Februari 2018 dengan bis. Kenapa ngebis, karena acaranya di tengah kota. Beda dengan Mocopat dan PadhangMbulan yang agak di kampung. Perjalanan ke Jombang dengan motor tentu saja menjadi pengalaman tersendiri. Jaraknya lebih jauh dibanding Kudus-Jogja yang pernah dilalui sebelumnya. Kabupaten yang dilampaui juga lebih banyak. Bang And sampai di wilayah Sragen, Karanganyar dan Surakarta di tengah terik matahari. Ketiga wilayah itu terlewati mlipir s...

50 Warga Binaan Diruqyah, Kenapa?

DOK.RUTAN KELAS II B PURWODADI MENANGIS: Para warga binaan di Rutan Kelas IIB Purwodadi menangis dalam ruqyah yang digelar di aula setempat, 2 Oktober 2019. GROBOGAN– Sebanyak 51 warga binaan penghuni Rutan Kelas II B Purwodadi mengikuti   ruqyah masal di aula rutan setempat. Mereka diruqyah selama sekitar dua jam. Mayoritas warga binaan menangis dalam ruqyah yang dilakukan oleh Yayasan Robbi Rodliyya dan Komunitas Ruqyah Syar’iyyah Purwodadi tersebut. Kepala Rutan Kelas IIB Purwodadi melalui Kasubsie Pelayanan Tahanan Heri Dwi Siswanto mengatakan, kegiatan ruqyah tersebut murni permintaan dari para warga binaan tersebut. Pihaknya pun memenuhi permintaan para warga binaan karena memiliki nilai positif untuk masa depan para warga binaan. ”Yang mengikuti ruqyah ada 50-an. Permintaan dari anak-anak (warga binaan), minta diruqyah. Kita kan menuruti permintaan mereka saja,” kata dia kemarin. Heri menyebut, dalam kesehariannya, para warga binaan itu memang sudah terbiasa m...

Mellond Ternyata Seperti Ini (bagian 2)

Gambar
Kami bertiga di pantai dekat kota. Lupa namanya. Hehe. 15 Oktober 2019. Mellond, Gue, dan Tupeng Santuy di Pantai (sambungan) Waktu Melond bilang sudah di masjid, penulis malah sebenarnya sudah kembali lagi ke museum karena bosan menunggu. Dan sewaktu gue berjalan ke serambi utara, Melond bilang sudah melihat sosok gue. Hmm... asem. Padahal gue sempat bilang "prank" ke dia. Haha. Gagal deh bohongin Mellond. Ceritanya kemudian agak konyol. Meski saya sudah bilang berada di serambi utara, Mellond ternyata tak bergerak ke sana. Dia malah beli cilok di seberang jalan. Asem. Katanya sangat lapar. Padahal saya belum sarapan dari pagi karena menunggu bisa makan bareng die. Jadi, ketika bergerak ke arah serambi selatan, serambi utama, saya tak menemukan sosok Mellond. Saya lihat juga ke seberang jalan. Agak jauh, sekitar 30 meter dari tempat gue duduk di serambi. Di sanalah dia berada. Duduk di kursi plastik di sebelah babang cilok. Asem. Dia telpon, saya angkat. Dia bila...

Setelah Hanya Nge-chat 7 Tahun, Akhirnya Ketemu Melissa Melond

Gambar
Haha: Bang Andrew, Thufail, dan Melissa Mellond Seperti sinetron saja. Ya, begitulah kisah pertemuan penulis dengan sosok berjudul Melissa Melond. Setelah hanya berkominikasi via HP selama tujuh tahun, ya 7 tahun, kami akhirnya bersua untuk pertama kalinya. Bagaimana ceritanya? Di sekitar tahun 2012, kami memulai pertemanan via media sosial Facebook. Saya lupa siapa yang duluan "add". Tetapi yang saya ingat sekitar tahun itu.  Suatu kali, Melissa nginbox saya. Isinya sebuah pertanyaan. Kurang lebih begini: "sampean penulis?" Semenjak itu, intensitas obrolan kami sebenarnya pasang surut. Kadang saling lempar komentar di status, kadang via inbox. Seiring boomingnya Whatsapp di tahun 2014-an, komunikasi kami pun bergeser ke aplikasi tersebut. Status demi status saling kami lihat dan komentari. Kadang-kadang, komunikasi berlanjut telepon hingga lebih dari satu jam.  Begitulah singkat cerita sebelum pertemuan kami pada Senin 14 Oktober 2019. Semenjak dipindah wilaya...

Asal-usul Lahirnya Bang Andrew

Gambar
Hahaha. Lahirnya Bang Andrew, yang kemudian umum dikenal dengan Bang Andrew Foundation atau B.A.F (hahaha) dimulai sekitar tahun 2013, saat penulis masih semester 4 atau 5 di Unnes. Nama "Andrew" sebenarnya terinspirasi dari profesor keuangan asal China bernama lengkap Andrew Wen-Chuan Lo atau yang lebih dipanggil Andrew Lo. Pada tahun 2012, Andrew Lo termasuk dalam 100 tokoh paling berpengaruh versi majalah Time. Pada tahun yang sama, Direktur REM FM (radio kampus Unnes) saat itu memilih nama-nama 100 tokoh tersebut untuk menamai anggota crew baru. Sudah menjadi tradisi, nama crew baru diambilkan dari nama-nama sosok atau apa pun di luaran sana dengan mengambil sudut pandang positif atau asas kebermanfaatan. Pokoke ngono lah. Haha. Nama itulah yang kemudian dipakai untuk siaran. Kata senior-senior dulu, seorang penyiar menjadi orang lain saat siaran. Karena itulah, nama yang dipakai bukan nama asli penyiar. Lalu mengapa di depan nama beken penulis ini (haha) l...

Tilep Rp 50 Juta via Drama Lapor Polisi

SLUKE, Rembang – Sungguh malang nasib Abdul Rohman (ARM), warga Dukuh Gondan, Desa Kalipang, Sarang sopir sebuah perusahaan swasta di Rembang. Berniat menggelapkan uang milik bosnya senilai Rp 50 juta, aksi drama tipu-tipunya gagal setelah terendus Polsek Sluke, tempat dia melapor. Awalnya, ARM menerima perintah dari bosnya, Sururi, warga Desa Karangmangu, Sarang, Rembang untuk mengambil uang transferan dari seseorang bernama David di Bank BCA Rembang. Di perjalanan, muncullah niat ARM untuk menggelapkan uang tersebut. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menuturkan, sekitar pukul 10.00, Selasa (31/7) lalu, ARM melaporkan ke Polsek Sluke bahwa dirinya telah menjadi korban pencurian. Pencuri, klaim ARM, membawa uang Rp 50 juta yang baru saja dia ambil dari bank. ”Tersangka (ARM) berangkat ke Bank BCA Rembang dengan mengendarai Toyota Avanza untuk mengambil uang transferan dari David sebesar Rp 50 Juta,” kata dia, Kamis (1/8/2019). Di perjalanan, tepatnya di depan ...