Postingan

REM FM, ANTARA KELUARGA, KEKUATAN UNTUK TANGGUH, DAN RUMAH BARU (1)

Sudut pandang yang paling umum akan mengatakan REM FM adalah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) milik Unnes. Orang-orang yang sedikit tahu akan mengatakan REM FM itu UKM besar, UKM kesayangan rektorat, UKM penyiar, dll. Semua itu benar, tapi bukan sekedar itu untuk orang-orang di dalamnya. Mereka barangkali akan menemukan sesuatu yang berbeda ketika pertama kali “menyetorkan” diri mereka untuk REM. REM adalah sedikit atau barangkali satu-satunya UKM yang menarik iuran pendaftaran. Dari iuran itu, sebenarnya itu awal, awal dari pengalaman yang akan didapatkan, bahwa di sana mereka akan banyak melakukan pengorbanan. Pengorbanan yang pada suatu esok entah kapan, waktu yang akan menjawab, pengorbanan yang membawa mereka kepada pengalaman-pengalaman yang tak terduga dan seringkali berbuah manis. Bukankah (calon) orang-orang hebat harus berkorban? Sebagai layaknya sebuah UKM, REM punya markas. Dari sini kita dapat sedikit menyimpulkan bahwa REM memang berbeda selain yang pertama tadi....

Gledek Samber Televisi-televisi di Gayas

Sabtu pagi (22/3/2014) sekitar pukul 09.00 WIB, warga dusun Gayas gempar. Mereka ketakutan bukan kepalang. Gledek berkali-kali menyambar. Gledek ini, adalah gledek yang paling dahsyat selama beberapa tahun terakhir. Beberapa warga yang pada saat kejadian ada di sawah, mendadak pulang. Ya, mereka ketakutan. Selain telah merenggut perasaan ketakutan dan khawatir, gledek yang amat dahsyat ini juga merenggut nyawa televisi sejumlah warga. Di kampung wetan sendiri, setidaknya ada 6 yang menjadi korban, yakni televisi milik Mbak Kom, Kang Sanuri, Mbak Zainab, Mbah Yai Asykuri, Pak Nasir, dan saya lupa yang satunya. Haha. Menurut penuturan Mbak Kom, salah satu korban televisi mati, ia sedang ada di rumah ketika gledek berdentam. “Lha tak kiro ki, tipine jup e wes tak copot, ndes. Tapi kok jebul jup kipas seng tak copot. Terus tipine tak setel, rak iso murup. Aku sedih. Nggluntung-nggluntung. Pas aku takok-takok tonggo, eh jebul ono koncone akeh.” Papar ibu satu anak dan tengah hamil ...

Menjadi Mata

aku melihatmu bahkan ketika tak ada cahaya yang masuk ke dalam perutku aku tak melihatmu ketika cahaya itu menerobos melewati hidung, telinga, dan otak di sini aku tak melihatmu menjadi kupu-kupu, burung gelatik, atau apa saja aku baru saja melihat ada seorang lelaki yang menyendiri dalam kemaluannya ia kemudian gelisah, gelisah, dan resah tapi kemudian aku tak melihat lagi, karena perih mimpi menjadi kabut-kabut yang menutupi 2014

Daftar Pesepakbola dan Pelatih dengan Penghasilan Tertinggi

TRIBUNNEWS.COM  - Majalah Prancis merilis daftar terbaru pesepak bola dengan penghasilan tertinggi dunia. Tahun ini Messi menempati posisi pertama dengan penghasilan tertinggi berjumlah 41 juta euro. Penghasilan Messi ini tidak hanya dari gaji yang diterimanya di Barcelona yang mencapai 12,5 juta euro, tapi juga bonus senilai 2,5 juta euro. Selain merilis daftar pesepakbola berpenghasilan tertinggi, majalah Perancis ini juga memuat daftar atlet dengan penghasilan tertinggi. Pemai Golf, Tiger Wood, masih menempati posisi teratas dengan penghasilan sebesar 53 Euro. Di bawah ini daftarnya. Lima atlet berpenghasilan tertinggi: 1.  Tiger Woods  53 juta euro 2.  Roger Federer  51,5 juta euro 3. Kobe Bryant 46,5 juta euro 4.  LeBron James  44 juta euro 5.  Lionel Messi  41 juta euro Daftar 10 pesepak bola berpenghasilan tertinggi: 1. Leo Messi (Barcelona) – 41 juta euro 2.  Cristiano Ronaldo  (Real Madrid) – 39,5 juta euro 3.  ...

Alun-alun Purnama Sukses Digelar di Parkiran FE Unnes

Gambar
Alun-alun Purnama 12/03/2014 sumber foto: Rem Unnes Semarang Alun-alun Purnama atau yang biasa dekenal dengan AAP, digelar di parkiran Fakultas Ekonomi Unnes, (12/3/2014) kemarin. Acara tersebut sukses menarik perhatian mahasiswa karena letaknya yang strategis. Sedianya AAP direncanakan akan digelar di Gedung Serba Guna tepatnya di depan kantor BNI. Namun, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya AAP dilaksanakan di parkiran FE Unnes. “Rencana awal memang di GSG  sih . Pilihan lain ya area  Wall Climbing  Mahapala. karena pertimbangan massa dan lain-lain, akhirnya sepakat di parkiran FE. Ini yang pertama, dan bisa dikatakan coba-coba.” Ungkap ketua panitia, Putri. Pada AAP tersebut, beberapa UKM yang diundang untuk unjuk gigi adalah UKM Rebana Modern, Tari Kreasi, Marching Band, dan Unnes Choir (Paduan Suara). Sedangkan pengisi lainnya adalah Jojo (dance mapping), For You All band, Day Dream band, Asteris band, dan sang  guest star  Be Seven Steady. ...

Seorang Bocah yang Datang di Pagi Hari

Ada bocah pada suatu pagi, datang, begini, katanya, sebentar lagi akan kiamat. Sebentar lagi dunia akan berakhir. Sudah tak ada lagi pengampunan. Tak ada lagi pintu maaf bagi siapapun hamba. Tuhan sudah menutup pintu. Ibadah sudah tak mampu lagi mengelap dosa-dosa. Karena bingung, bapak-bapak yang mendengar ini langsung melapor kepada Pak RT. Pak RT melapor pada kiyai setempat. Kiyai bingung. Lalu menginterogasi bocah yang mengaku dari bulan ini. “Kamu bener datang dari bulan?”  “Saya hanya tahu kalau kiamat akan datang sebentar lagi.” “Dari mana kamu tahu?” “Dari bulan.” “Apa buktinya?” “Banyak.” “Coba sebutkan.” “Bapak lebih tahu dari saya.” Pak Kyai mulai kesal. Berhenti bertanya. Ia menyeruput kopi untuk menenangkan pikiran. Berpikir-pikir lagi. Bagaimana mungkin ada bocah mengaku-ngaku dari bulan. Mengatakan kalau kiamat bakal terjadi sebentar lagi. Mengakui sudah banyak tanda-tanda kiamat. Dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat ke-21 dikatakan bahwa tanda...

Ibu Tua

Ibu Tua meringkuk di kamarnya. Sendirian. Usai Menik menonton televisi di ruang tengah, tak ada lagi suara yang mencairkan rumah itu. Dan Ibu Tua itu, tentu tahu Menik esok harus pergi ke sekolah pagi-pagi. Tak mungkin memintanya menemani dirinya hingga tertidur. Dan begitulah, Ibu Tua itu lebih sering merasa sendiri setelah ditinggal suami yang dipanggil Illahi dan anak-anaknya yang satu-persatu bergiliran meninggalkan rumah itu. Menik, putri bungsu dari lima bersaudara lebih sering berada di luaran. Pagi, bangun pukul lima, membantunya menyapu dan menyiapkan sarapan, lalu mandi dan lantas meninggalkannya sendirian di rumah. Sepi. Sepi. Selalu hanya sepi yang setia menemani Ibu Tua. Kini, Ibu Tua sedang melamun di jendela. Dulu, ia ingat sekali, di situ ia pernah mendongeng untuk anak-anaknya. Betapa Ibu Tua dengan muka cerah sumringah menjadi pendongeng setia di rumah hanya agar anak-anaknya merasa betah tinggal bersamanya. Ibu Tua bahagia sekali melihat anak-anaknya antusia...