Postingan

Tilep Rp 50 Juta via Drama Lapor Polisi

SLUKE, Rembang – Sungguh malang nasib Abdul Rohman (ARM), warga Dukuh Gondan, Desa Kalipang, Sarang sopir sebuah perusahaan swasta di Rembang. Berniat menggelapkan uang milik bosnya senilai Rp 50 juta, aksi drama tipu-tipunya gagal setelah terendus Polsek Sluke, tempat dia melapor. Awalnya, ARM menerima perintah dari bosnya, Sururi, warga Desa Karangmangu, Sarang, Rembang untuk mengambil uang transferan dari seseorang bernama David di Bank BCA Rembang. Di perjalanan, muncullah niat ARM untuk menggelapkan uang tersebut. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menuturkan, sekitar pukul 10.00, Selasa (31/7) lalu, ARM melaporkan ke Polsek Sluke bahwa dirinya telah menjadi korban pencurian. Pencuri, klaim ARM, membawa uang Rp 50 juta yang baru saja dia ambil dari bank. ”Tersangka (ARM) berangkat ke Bank BCA Rembang dengan mengendarai Toyota Avanza untuk mengambil uang transferan dari David sebesar Rp 50 Juta,” kata dia, Kamis (1/8/2019). Di perjalanan, tepatnya di depan ...

Setahun Mengajar di Nusa Tenggara Timur

Gambar
DOK. PRIBADI:  Arin Alfiana Pengalaman mengajar di sebuah daerah di Nusa Tenggara Timur membekaskan banyak hal di benak Arin Alfiana. Apalagi, Arin-sapannya bertugas di sebuah daerah bernama Kabupaten Ende, yang ketika dirinya mengajar selama setahun di sana, belum teraliri listrik. ”Kalau dulu, ya belum terjamah listrik. Sinyal cuma ada satu operator, itu pun tidak semuanya bisa menjangkau,” tutur Arin yang kini mengajar di dua MA swasta di Kecamatan Wedarijaksa, Pati tersebut. Jarak yang dia tempuh untuk menuju kota pun cukup jauh, 83 km. Sebab, dia ditempatkan di wilayah pantai utara. Sedangkan, Kota Ende berada di wilayah pantai selatan. Daerah yang dia tempati pun lebih dekat dengan kabupaten lain. ”Malah lebih dekat ke kabupaten lain, Maumere, daripada ke kabupatenku sendiri tempat bertugas (Ende),” aku guru berusia 28 tahun tersebut. Karena pengalaman menjadi guru di tempat terdepan tertinggal, dan terluar (3T) itulah, dia kini menjadi guru yang tangguh. Den...

KPU Tetapkan Anggota DPRD Rembang 2019-2024

KPU Rembang menetapkan anggota dewan terpilih Pemilu 2019 pada Sabtu (10/8/2019) di Hotel Gajah Mada Rembang. Berikut Daftarnya: Daftar Perolehan Suara DPRD Rembang Terpilih       No     Nama                                   Partai                                 Suara                      Dapil 1.        Bisri Cholil Laqouf                            PKB                                 4.814                   ...

Mbah Moen dan Perjalanan Sang Kiai Kharismatik

Mbah Maimoen & Kisah Perjalanan-nya -------------------------------------------- KH Maimoen Zubair adalah putra pertama dari pasangan Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Lahir pada hari Kamis Legi bulan Sya’ban tahun 1347 H bertepatan tanggal 28 Oktober 1928 di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang, Jawa Tengah. Nyai Mahmudah, putri dari Kiai Ahmad bin Syu’aib, ulama kharismatik yang teguh memegang pendirian. Sedangkan Kiai Zubair merupakan murid kinasih Syeikh Sa’id Al-Yamani serta Syeikh Hasan Al-Yamani Al- Makky. Secara genealogi keilmuan, Mbah Zubair merupakan ulama yang cukup disegani. Kematangan ilmu KH Maimoen Zubair tidak ada satupun yang meragukan. Sebab, sejak balita ia sudah dibesarkan dengan ilmu-ilmu agama. Sebelum menginjak remaja, beliau diasuh langsung oleh ayahnya untuk menghafal dan memahami ilmu Sharaf, Nahwu, Fiqih, Manthiq, Balaghah, dan bermacam Ilmu Syara’ lainnya. Kecerdasan dan daya ingat Mbah Moen sangat luar biasa yang membawanya menuju pribadi ya...

Pakai Baju Adat Jawa, Bupati Rembang Bacakan Amanat Upacara Pakai Kromo

Gambar
REMBANG- "Hormat Pambagyaaa, grak," begitulah kira-kira teriakan komandan upacara Daenuri Kepala Dindukcapil Rembang dalam Upacara Hari Jadi ke-278 Kabupaten Rembang yang digelar di Pendopo Museum RA Kartini, kemarin. Para peserta upacara pun memberikan hormat kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz yang bertindak sebagai pembina upacara. Sikap hormatnya juga tidak seperti upacara pada umumnya. Tetapi dengan cara merapatkan kedua tangan di depan dada dengan posisi agak membungkuk. Para peserta upacara pun tampak khidmat mengikuti setiap prosesi upacara. Tahun ini merupakan kedua kalinya upacara hari jadi menggunakan pakaian dan serangkaian prosesnya dengan nuansa Jawa yang kental. Tahun lalu upacara serupa untuk pertama kalinya digelar di Alun-Alun Rembang.  Para peserta upacara tampak berbusana dengan berbagai macam. Selain khas adat Jawa-beskap bagi pria dan kebaya bagi perempuan oleh elemen OPD, ada juga puluhan anggota TNI, Polri, Dishub Rembang, ...

Akhirnya Rebut Poin Penuh, Asa Promosi Persipa Terjaga

Gambar
Dok. LM. Ikris Yahmin. PATI – Laskar Saridin akhirnya berhasil meraih poin penuh untuk pertama kalinya kemarin. Menutup putaran pertama Liga 3 Zona Jawa Tengah 2019, Persipa berhasil meraup tiga poin. Dengan kemenangan tipis atas Persikama Kabupaten Magelang di Stadion Joyokusumo, Pati, Minggu (28/7/2019). Gol kemenangan Persipa lahir dari kaki Ikris Yamhin di menit ke 24, setelah memanfaatkan bola yang memantul dari kiper lawan. Gol tersebut bermula dari umpan lambung yang mengarah ke sisi kiri pertahanan lawan. Dengan sedikit gocekan, bola berhasil disodorkan ke area kotak penalti Laskar Syailendra-julukan Persikama. Bermain di hadapan sekitar 2000 pasang mata, sejak menit awal anak asuh Rudy Eka Priambada ini sudah tancap gas menekan pertahanan Persikama. Sejumlah peluang berhasil diciptakan M. Ihsan Ramadhani dan kawan-kawan. Membikin jantung penonton deg-degan sepanjang 2x45 menit. Tensi pertandingan terakhir di putaran pertama ini berlangsung keras. Wasit Suyanto asal Kabupaten...

Duwis Hanya Target 15 Pasang Mas-Mbak

REMBANG – Penutupan pendaftaran ajang Pemilihan Mas dan Mbak Rembang tinggal empat hari lagi. Hingga kemarin, jumlah pendaftar belum mencapai target 30 peserta alias 15 pasang. Untuk diketahui, jumlah peserta tahun lalu mencapai 42 peserta dengan 16 putra atau mas dan 26 putri atau mbak. Romi Adi, Seksi Acara Pemilihan Mas Mbak Rembang mengungkapkan, antusiasme pendaftaran agenda tahunan tersebut diklaimnya sama dengan tahun lalu. Namun, pihaknya tak menyebut jumlah pasti yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran hingga kemarin. ”Hampir 30 (pendaftar). Targetnya 15 pasang saja. Nanti ada eliminasi. Tidak seperti tahun-tahun kemarin konsepnya. Misalnya di tes wawancara tidak lolos, bisa langsung dieliminasi,” kata dia kemarin. Romi menjelaskan, pada penyelenggaraan sebelumnya, seluruh peserta yang memenuhi persyaratan langsung ditampilkan di panggung grand final. Namun, setelah melalui evaluasi, tahun ini, klaimnya, digelar sedikit berbeda. Ya, mereka yang persyaratannya tidak mem...