Postingan

Presiden Penyair Sutardji, Penyair Celurit D. Zamawi Imron, dan Gus Mus

Gambar
Penampilan Gus Mus alias Ahmad Musthofa Bisri, penyair yang juga pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI di depan Menara Kudus, 29 Juni 2019 malam. Sebanyak 130 penyair dari berbagai negara di asia tenggara berkumpul malam itu dan membacakan puisinya.  Penampilan Penyair Celurit Emas D. Zamawi Imron di Menara Kudus, 29 Juni 2019 DOK. BANG ANDREW FOUNDATION Penampilan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri di Menara Kudus, 29 Juni 2019

Ribut-Ribut Soal Zonasi, Ini Kelebihannya

Gambar
DOK. BANG-ANDREW. Aktivitas para siswa SMP di salah satu sekolah di Rembang, 2019.  Sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dalam PPDB (penerimaan peserta didik baru) tahun ini membuat gaduh di banyak sekolah di Tanah Air. Para orangtua yang anaknya memiliki nilai bagus pada Ujian Nasional mengeluh karena sang anak tak diterima di sekolah favorit dengan pertimbangan jarak. Terlepas dari aturan yang menuai pro dan kontra tersebut, ini kelebihan sistem zonasi menurut Bang Andrew Foundation: 1. Siswa miskin dan kurang pintar lebih terakomodasi di sekolah yang dinilai unggulan. Menurut hemat kami, tujuan sekolah adalah mencerdaskan yang belum cerdas. Sedangkan semakin mencerdaskan yang sudah cerdas harusnya nomor sekian. 2. Mengurangi kemacetan. Dengan jarak yang lebih pendek, lalu lalang kendaraan bermotor, terutama di kawasan padat perkotaan bisa lebih ditekan. 3. Distribusi siswa unggul lebih merata. Sebagaimana diketahui, selama ini siswa unggulan selalu berada di se...

Rukun Otentik

Gambar
Anda yg hatinya ada kecenderungan pilihan politik di Pemilu 2019, sebaiknya tidak membaca ini. Rukun Otentik ini hanya berlaku di keluarga besar kami. Berikut ringkasannya. 1. Tidak semua tukang nyentil pemerintahan  sekarang adalah pendukung wahabi, HTI, FPI, atau segolongannya. 2. Tidak semua tukang nyentil pemeritahan sekarang adalah pendukung Prabowo. 3. Bapak saya adalah Jokower akut yang hobinya nonton Metro TV. 4. Ibu saya tidak tahu nama Ketua PBNU. 5. Sejak kecil kami NU dengan ketika di Madin sy mendapat mapel Ke-NU-an, serta penggemar Gus Dur. 6. Adik saya bernama Sinta Nuriyah, persis nama istri Gus Dur. 7. Saya mencoblos Jokowi di Pilpres 2014 dan beberapa bulan setelahnya saya menyesal. Sampai sekarang. 8. Ada NU kultural banyak yang tak sependapat  dengan NU struktural. 9. Jangan dungu hanya karena Pemilu. Jangan jancuk. Asw.

Begini Akhirnya Ustadz Umar Hamdan yang Diduga Hina Gus Mus, Sesepuh NU

Gambar
Ustadz Umar Hamdan (kanan) berfoto bersama Gus Mus (tengah), Jumat (31/5/2019) FOTO-FOTO: MATA AIR RADIO REMBANG - Ustadz Umar Hamdan mendadak viral setelah memposting status yang berisi komentar terhadap doa yang dipanjatkan K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab dipanggil Gus Mus. Postingan yang kini sudah dihapus itu viral lantaran diduga mendiskreditkan Gus Mus yang merupakan sesepuh NU tersebut. Pada Jumat (31/05/2019) sore, menyusul tanggapan negatif dari banyak netizen, Ustadz asal Pamekasan Madura itu datang langsung ke Rembang dan sowan ke kediaman Gus Mus, di kompleks Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh. Kedatangannya sudah tentu untuk meminta maaf kepada Kiai kharismatik itu. Dikutip dari mataairradio.com, sebelum bersua Gus Mus, Umar sempat ditemui oleh Komandan Banser Rembang Zaenal Arifin dan beberapa santri di lantai dua bangunan pesantren putra. Dalam kesempatan itu, Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Banser Rembang Zaenal Arifin sempat berta...

Mahasiswa Rembang Turun ke Jalan Sebut-sebut Jokowi dan Prabowo, Ada Apa?

Gambar
DOK.BANG-ANDREW SERUKAN PERSATUAN: Puluhan mahasiswa Rembang menggelar aksi di bundaran tugu Adipura, Rabu (29/5/2019) sore. KOTA – Puluhan mahasiswa Rembang turun ke jalan untuk menyerukan persatuan. Diawali dengan konvoi dari perempatan zaeni, aksi berakhir di bundaran Adipura, Jalan Pantura, Rabu (29/5/2019) sore. Beberapa atribut orasi turut menyertai peserta aksi. Beberapa spanduk yang dibawa antara lain bertuliskan “Indonesia Rumah Kita Bersama”, “Indonesia Bukan Sekedar Jokowi dan Prabowo”, “Tolak Provokasi yang Hancurkan Indonesia”, hingga “Hoaks Racun Bangsa.” Farid Muhammad Nur Azmi, Koordinator Aksi mengungkapkan, aksi tersebut bertujuan untuk mengakhiri kubu-kubuan yang saat ini masih kental antara kubu pendukung 01 dan 02. Aksi itu pun meminta agar kedua kubu untuk secepatnya bertemu. ”Kepada pihak 01 dan 02 untuk segera bertemu. Kalau tidak ketemu, pasti akan menimbulkan suatu perpecahan. Bangsa Indonesia akan mengalami pecah,” terangnya. Lebih lanjut...

Atlet MMA TV One Asal Rembang Terima Bonus Dari Bupati, Berapa Ya?

Gambar
DOK.BANG-ANDREW THR, LUR: Peraih medali emas pada Porprov 2018 lalu, Dwi Ani Retno menerima bonus secara simbolis dari Bupati Rembang di rumah dinas Bupati, Rabu, 30 Mei 2019 KOTA – Para atlet dan pelatih yang berhasil meraih podium pada Porprov 2018 lalu akhirnya tersenyum lega. Kemarin, sebanyak 13 atlet dan pelatih menerima bonus secara simbolis oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz di pendopo rumah Bupati. Didampingi jajaran KONI Rembang, bonus yang diterima para atlet dan pelatih bervariasi. Mulai dari Rp 35 Juta untuk emas untuk atlet, Rp 25 Juta untuk perak, dan Rp 15 Juta untuk perunggu.  Sedangkan pelatih Rp 20 Juta untuk emas, Rp 15 Juta untuk perak, dan Rp 10 Juta untuk perunggu. Total, bonus yang diberikan kepada mereka yang berprestasi itu sebanyak Rp 325 Juta sebelum dipotong pajak 5 persen. Dalam sambutannya, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan terima kasih kepada para atlet yang telah beprestasi. Namun demikian, pihaknya menyadari dan memohon maaf sela...

Terkait "People Power", Begini Dawuh Tokoh di Rembang

Gambar
DOK. BANG-ANDREW. GUS ZAIM HARAP TENANG: Gus Zaim saat ditemui di kediamannya kemarin. REMBANG - Isu “people power” atau gerakan massa dalam beberapa minggu terakhir menjadi perbincangan nasional. Yakni aksi massa terkait tidak terimanya sebagian masyarakat terhadap hasil rekapitulasi KPU RI yang akan diumumkan pada 22 Mei 2019 mendatang. Atas isu tersebut, sejumlah tokoh di Kota Garam memberikan tanggapannya. Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, Zaim Ahmad Ma'shoem menyebut gerakan “people power” melampaui batas. Sebab, sudah ada jalur hukum sesuai dengan mekanisme yang berlaku. "Gerakan yang bersifat masif menurut saya itu kurang pas. Karena semua ada mekanisme KPU, ada mekanisme Bawaslu," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa, 14 Mei 2019. Tokoh yang akrab disapa Gus Zaim itu menyatakan, masih adanya mekanisme yang bisa ditempuh, hendaknya tidak membuat sebagian masyarakat itu keluar dari koridor hukum. Menurut Gus Zaim, jika hanya sebatas hi...