Mengapa Kita Cemas?
Cemas, orang-orang selalu tampak cemas karena masa depan sepersekian detik setelah kita bernapas hanya ada dalam catatan langit. Orang-orang cemas, takut ketidakpastian masa depan, lalu memilih berlindung di bawah payung agama yang teduh. Sebagian orang mengatakan agama adalah keniscayaan. Lalu, ada berapa banyak orang yang justru lebih bahagia tanpa agama? Dendra berpikiran, agama hanya datang dari langit. Manusia tidak dapat menciptakan agama, karena manusia takkan mampu menyibak cahaya yang amat terang. Manusia tak bisa menyalalan lilin tanpa korek api. Manusia mesti mendapat anugrah untuk dipilih menjadi pemilik korek api yang jatuh dari langit. Dendra tentu tak berani menyalahkan orang-orang. Dia selalu mendorong orang-orang untuk berpikir: di kelas-kelasnya, status sosmednya, dan setiap bertemu dengan manusia apa pun bentuk kepalanya. Kecemasan mendorong orang-orang untuk berbuat sesuatu. Mereka sebenarnya tak benar-benar tahu bahwa apa yang mereka lakukan hanya ...